SP 2 Dilayangkan, Ini Reaksi Warga

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Sosial, Denpom,TNI, dan Polri, Sabtu (3/12) memberikan surat peringatan kedua terkait pembongkaran eks lokalisasi Semampir. Dari pantauan koranmemo.com, dalam suasana hujan gerimis mereka datang disambut warga RW 5. Sempat terjadi perdebatan antara warga dengan petugas. Warga menolak pemberian SP 2.

Nur Khamid, Kasi Trantib Satpol PP Kota Kediri mengungkapkan, SP 2 dibagikan di RT 29, 30 dan 31. “Tentunya wajar jika terjadi penolakan dari warga. Kami persilakan dari kuasa hukum RW 5 untuk memberikan aspirasi lewat hukum, tapi kita selaku petugas tetap melaksanakan pemberian SP 2 sehingga secara hukum tetap tersampaikan. Tentunya nanti kita akan konsolidasi hasil apapun hari ini akan kita sampaikan pada pimpinan, sehingga pimpinan dan tim yang lebih tinggi lagi dapat memberikan kebijakan selanjutnya,” ungkap Nur Khamid.

Sementara itu Agus Purwanto, Kuasa hukum RW 5 Kelurahan Semampir mengatakan yang berhak mengeluarkan SP 2 yakni Pengadilan, PTUN maupun class action Pengadilan Negeri Kota Kediri. Menurut pandangannya pemerintah tetap memaksakan. Jika seperti itu dia sebagai kuasa hukum RW 5 akan siap berhadapan dengan konsekuensi dan risikonya. “Kita belum hitung pada prinsilnya yang diberikan SP yakni RT 29, 30 dan 31. RW 5 ada 4 RT, tapi RT 32 sampai hari ini belum mendapatkan SP 1 maupun SP 2 padahal status tanahnya sama, itu yang kami tanyakan kepada pemerintah kota,” kata Agus. (dha)

 

Komentar ditutup.