Sosialisasi Road Safety ala Cangkrukan

Share this :

Kedirikoranmemo.com — Satlantas Polres Kediri Kota bersama Forum Otomotif Kediri (FOK) yang terdiri dari 20 klub motor dan mobil di Kota Kediri, melakukan sinergi untuk menciptakan situasi lalu lintas yang kondusif di halaman Kantor Satlantas Kota Kediri, Sabtu (26/1). Cara unik untuk sosialisasi Millenial Road Safety Festival, petugas mengemas acara sosialisasi ini dengan acara cangkrukan millenial. Selain sosialisasi, para peserta dan petugas kepolisian menandatangani deklarasi pelopor keselamatan berlalu-lintas.

Di tahun 2018, data menunjukkan hampir 80% angka kecelakaan di Indonesia melibatkan generasi milenial. Millennial Safety Road Festival sengaja digelar sebagai program keselamatan berlalulintas bagi para kaum pemuda, dengan mengusung tema ‘Generasi Millenial Tahu Bagaimana Menjaga Keselamatan Berkendara’ dan target dari kampanye ini pengendara yang berusia 17 hingga 35 tahun. “Program ini berskala nasional dan digelar serentak di 34 provinsi sampai tanggal 31 Maret 2019,” jelas Kapolres Kediri Kota, AKBP Anthon Haryadi, saat ditemui koranmemo.com.

Program ini membawa misi, lanjut Anthon, mengajak kaum Milenial untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas dan tercapainya tujuan utama Zero Accident. Untuk tingkat daerah, festival ini mengagendakan kegiatan senam kolosal millennial, Jalan Sehat, Millenial enterpreneur expo, safety riding and drifing serta deklarasi pelopor keselamatan berlalu-lintas.

Pada tahun 2018, di Kota Kediri ada 89 orang yang meninggal akibat kecelakaan lalulintas. Dari survei yang dilakukan oleh WHO, kecelakaan lalulintas menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia dan berada di peringkat keempat. “Kalau kaum millenial ini tidak mengindahkan peraturan lalulintas, cara berkendara yang baik dan benar, serta kondisi kendaraan yang tidak laik untuk digunakan. Maka akan riskan terjadi kecelakaan lalulintas, lalu bagaimana nasib generasi penerus bangsa ini?” tegasnya.

Sementara itu, Hengky Alexander, penguji kendaraan bermotor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri menambahkan, kendaraan yang digunakan memang harus laik jalan. Selain usia kendaraan, para pengendara diimbau untuk tidak mengganti suku cadang kendaraan. “Misalnya, mengganti lampu belakang (rem) dengan warna putih atau melepas lampu sein sepeda motor. Ini sangat membahayakan bagi pengendara lain, karena lampu belakang yang diganti bisa mengganggu pandangan pengendara lain,” ujarnya.

Selain melakukan sosialisasi dan penandatanganan deklarasi pelopor keselamatan berlalu-lintas, terakhir Kapolres Kediri Kota memeriksa beberapa kendaraan milik anggota klub dan komunitas motor serta mobil ini. Lima anggota yang dinilai kendaraan sesuai spektek, mendapat penghargaan dari Polres Kediri Kota. Tak sekadar penghargaaan kendaraan spektek, dua ketua klub juga mendapat piagam penghargaan sebagai pelopor keselamatan berlalu-lintas.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date