Sosialisasi Keselamatan Perlintasan KA Sebidang, 9 Bulan Terjadi 22 Kecelakaan

Share this :

Surabaya, koranmemo.com – PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menggelar sosialisasi keselamatan yang diadakan di Jalan Ahmad Yani Surabaya, bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur dan para Komunitas pecinta KA dengan memakai topi udeng dan mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

Sosialisasi tersebut dilaksanakan bertujuan meningkatkan kesadaran kepada masyarakat pada wilayah Daop 8 Surabaya untuk menaati aturan lalu lintas di perlintasan sebidang.

“Dengan sosialisasikan ini kami berharap, angka kecelakaan pada perlintasan sebidang dapat lebih ditekankan,” terang Manajer Humas PT. KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto, Kamis (15/10/2020).

Selain itu, angka kecelakaan lalu lintas pada perlintasan sebidang di wilayah Daop 8 Surabaya tahun 2020 periode bulan Januari sampai dengan September 2020 (atau selama 9 Bulan terakhir) terjadi 22 kasus kecelakaan di perlintasan sebidang,” ujar Suprapto.

Begitu juga, pihaknya mensosialisasikan melalui banner yang dibentangkan dengan bertuliskan peraturan tata cara berkendara saat melewati perlintasan sebidang. Demikian, penyampaian sosialisasi melalui pengeras suara agar bagi pengguna jalan selalu berhati-hati. “Pada perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur kereta api dan jalan yang dibuat sebidang yang harus melintas atau berpotongan langsung dengan jalan kereta api. Maka, menjadikan perlintasan sebidang sebagai salah satu titik rawan kecelakaan,” ungkapnya.

Suprapto juga mengimbau terhadap masyarakat pengguna jalan agar dapat disiplin dan utamakan keselamatan.
“Tertibnya masyarakat pengguna jalan dan peran optimal seluruh stakeholder, diharapkan keselamatan pada perlintasan sebidang dapat terwujud,” pesannya.

Untuk menghindari terjadinya kecelakaan, tambah Suprapto pengguna jalan diwajibkan menaati aturan untuk berhenti saat sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, atau ada tanda isyarat lain. Pengguna jalan juga wajib mendahulukan kereta api dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel. Hal ini mengacu pada aturan dalam undang-undang (UU) No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114. “Secara alat utama keselamatan bagi penguna jalan raya saat akan melintas di perlintasan sebidang adalah, Rambu Lalu Lintas.

Sementara, sambung Suprapto, keberadaan palang pintu, penjaga pintu dan alarm hanyalah berfungsi sebagai alat bantu keamanan semata. Di wilayah PT KAI Daop 8 terdapat 563 titik perlintasan yang terdiri dari 133 titik di jaga petugas KAI, 32 titik di jaga petugas Dishub, 30 titik berupa fly over atau under pass dan 368 titik tidak terjaga,” pungkasnya.

Reporter M Fauzi
Editor Achmad Saichu