Sopir Truk Laka Maut di Pasar Cakul Trenggalek Terancam Pidana

Trenggalek, koranmemo.com – Unit Laka Satlantas Polres Trenggalek masih mendalami kasus kecelakaan (laka) tunggal di Pasar Cakul, tepatnya di Kilometer (KM) 44 Jalan Raya Dongko-Panggul, Jumat (29/11). Penyelidikan itu untuk membuktikan dugaan rem blong penyebab kecelakaan yang menewaskan seorang warga dan mengakibatkan delapan warga lainnya mengalami luka-luka.

Kanit Laka Satlantas Polres Trenggalek, Ipda Hanik Setyobudi mengatakan, saat ini pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Trenggalek untuk memeriksa kelaikan kendaraan. “Itu kan butuh waktu, tapi kami sudah berkoordinasi dengan Dishub,” ujarnya, Minggu (1/12).

Pengujian kelaikan kendaraan itu, lanjut Kanit Laka, untuk memperkuat keterangan saksi di lapangan. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, beberapa saksi melihat adanya minyak rem tercecer di jalan. Diduga minyak rem yang tercecer itu adalah milik truk nopol AG 9406 UD yang mengalami kecelakaan. “Kami masih melakukan pendalaman soal itu,” imbuhnya.

Hanik, sapaan akrabnya tak menampik sopir truk nahas itu bakal terancam pidana penjara karena dianggap lalai. Unsur kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa itu diatur dalam Undang Undang Republik Indonesia nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 310 ayat 4 dengan hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 12 juta.

“Kalaupun benar terbukti rem blong, tetap kena pidana. Karena kelalaian menyebabkan orang lain meninggal dunia. Karena mutlak korban itu berada di kios, bukan penyeberang atau yang lain,” kata dia merujuk aturan yang diduga dilanggar. Namun saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dalam kasus tersebut.

Dia menyebut belum dapat memintai keterangan sopir truk, Sunarko (59) karena masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Baptis Kediri. Sementara pemilik kios yakni Jumiyem (35) saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Dokter Soedomo Trenggalek. “Sementara untuk yang lainnya sudah diperbolehkan pulang,” kata Ipda Hanik.

Untuk diketahui, truk pengangkut keramik itu diduga mengalami rem blong saat melintas di turunan tikungan Pasar Cakul dari arah Trenggalek menuju arah Panggul. Kecelakaan itu menewaskan seorang warga sekitar saat tengah aktivitas di pasar, Tinah (35) warga RT 30/RW 15 Dusun Nglaran Desa Cakul Kecamatan Dongko.

Reporter Angga Prasetiya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date