Sopir Cabuli Gadis Bawah Umur

Share this :

Pelaku dan Korban Sudah Saling Kenal

Tulungagung, Memo – Imam Sapii (24) warga Desa Pulerejo Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung, kini harus berurusan dengan pihak kepolisian. Pasalnya, pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai sopir truk ini terbukti telah melakukan tindakan asusila dengan menyetubuhi gadis dibawah umur, sebut saja Mawar (15) bukan nama sebenarnya warga Kecamatan/Kabupaten Tulungagung.

Informasi diperoleh Koran Memo dari kepolisian, pelaku telah empat kali menyetubuhi Bunga di rumah neneknya yang berada di Desa Pulerejo Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung.Aksi terakhirnya terjadi pada Senin (2/5). Orangtua Mawar yang tidak terima dengan perlakuaan Sapii langsung menempuh jalur hukum dengan melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung, guna proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Tulungagung AKBP FX Bhirawa Braja Paksa, melalui Kasat Reskrim AKP Andria D Putra mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal dari kecurigaan orang tua Mawar. Sebab, sejak Kamis (5/5) hingga Sabtu (7/5) korban tidak kunjung pulang. Orangtua Mawarberusahamelakukan pencarian mulai beberapa temannya, dan diperoleh informasi bahwa Bunga sedang bersama dengan pelaku.

“Bunga sudah tiga hari tidak pulang. Diketahui posisi Bunga bersama dengan pelaku. Selanjutnya dipancinglah pelaku untuk keluar melalui teman pelaku untuk bertemu di stadion Rejoagung,” katanya.

Lebih lanjut Andria menambahkan, pada hari Minggu (08/05) sekitar pukul 19.30 WIB, orangtua Mawar menunggu kedatangannya bersama pelaku. Setelah keduanya datang, langsung diamankan ke Mapolres Tulungagung untuk diperiksa. Hal itu dikarenakan orangtua Mawar curiga jika Sapii telah melakukan tindakan asusila dengan mencabuli dan menyetubuhi Mawar. “Pelaku langsung dibawa ke Mapolres guna dimintai keterangan,” katanya.

Berdasarkan hasil dari interogasi, pelaku mengakui bahwa dirinya telah menyetubuhi Mawar sebanyak empat kali di lokasi yang sama, yakni di rumah neneknya. Tindakan tersebut dilakukan Sapii ketika Mawar mendatangi rumahnya, dan mengajak Mawar ke rumah neneknya. Sesampainya di depan salah satu kamar rumah tersebut, Sapii langsung menarik Mawar ke dalam kamar dan memaksa Mawar melayani nafsunya. “Dari situlah pelaku bisa ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini,” terangnya.

Andria menambahkan, Keduanya (Sapii dan Mawar) sudah saling mengenal sejak bulan Oktober tahun lalu. Layaknya anak seusian mereka, keduanya kemudian menjalin hubungan pacaran sejak bulan November tahun 2015. “Untuk pelaku dijerat dengan pasal 81 ayat 2 ayat 1 sub pasal 76 d UU RI no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (den/Jb)