Sodomi Anak Bawah Umur, Pria Bertato Dibekuk

Share this :

Malang, koranmemo.com –  Sempat menjadi buron anggota Satreskrim Polres Malang, MK (38) warga Desa Langlang Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, akhirnya berhasil diringkus polisi, Sabtu (20/07) malam. Pelaku ditangkap setelah diduga melakukan tindakan sodomi terhadap anak di bawah umur.

Kasubag Humas Polres Malang AKP Ainun Djariyah mengatakan, berdasarkan penyidikan diketahui jika MK tega menyodomi seorang remaja yang berumur 16 tahun.

”Pelaku berhasil ditangkap dan saat ini kasusnya masih terus didalami UPPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Malang,” terangnya, Minggu (21/07).

Disampaikan, kasus pencabulan ini terjadi pada Rabu 8 Mei 2019 lalu. Saat itu, sekitar pukul 07.00 WIB, korban  sedang membersihkan ayam di tempatnya bekerja yang berlokasi di wilayah Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso. Korban lalu diajak pelaku untuk membeli miras (minuman keras) di daerah yang tidak jauh dari tempat korban bekerja.

Lantaran tidak mengenalnya, korban sempat menolak ajakan pelaku. Mendengar penolakan tersebut, pria yang tubuhnya dipenuhi tato tersebut terus memaksa korban. Lantaran takut, korban pun akhirnya menuruti permitaan MK.

Usai membeli beberapa botol miras, pelaku mengajak korban untuk berhenti di sebuah rumah kosong yang berlokasi di Dusun Kasin, Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso. Setibanya di sana, korban diminta oleh pelaku untuk menuangkan miras ke dalam gelas.

”Dari hasil penyidikan sementara, korban juga sempat dipaksa pelaku untuk meminum minuman keras,” ungkap Ainun ini.

Dijelaskan, setelah mencekoki korban dengan minuman keras, MK mengajak korban untuk berhubungan badan. Mendengar ajakan nyeleneh tersebut, korban yang masih berusia 16 tahun itu menolaknya.

Namun, MK justru memaksa korban dengan kata-kata ancaman. Ketakutan, remaja belasan tahun itu akhirnya hanya bisa pasrah saat disodomi pelaku.

Puas menyodomi korban, MK kemudian memberi uang Rp 5 ribu sembari mengancam agar tidak menceritakan apa yang baru saja dialaminya tersebut kepada orang lain.  “Korban diancam akan dibunuh jika bercerita bila dirinya disodomi pelaku,” ungkap Ainun.

Dengan kejadian itu korban hanya pasrah terhadap perlakuan pelaku agar bisa keluar dari lokasi kejadian. Beberapa saat kemudian, korban yang diperkenankan untuk meninggalkan rumah kosong tempat peristiwa miris itu terjadi bergegas kembali ke tempatnya bekerja.

Setibanya di sana, korban bercerita kepada kakaknya yang kebetulan juga bekerja di tempat yang sama. Mendengar cerita adiknya tersebut, keluarga korban bergegas mencari keberadaan pelaku, namun tak kunjung ketemu.

Berselang sekitar dua bulan kemudian, tepatnya pada Sabtu (20/07), FR (kakak korban) sempat berpapasan dengan pelaku saat melintas di seputaran jalan yang ada di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso. Tanpa menunggu lama, FR langsung mengamankan pelaku sebelum akhirnya diserahkan ke Polsek Karangploso.

”Selain pelaku, satu setel pakaian yang dikenakan korban juga sudah kami amankan sebagai barang bukti. Kasusnya masih dalam tahap penyidikan. Beberapa saksi juga sudah kami mintai keterangan,” imbuhnya.

Reporter Arief juli prabowo

Editor Achmad Saichu