Soal Mudik Saat Corona Merebak, Ini Imbauan MUI Jombang

Share this :

Jombang, koranmemo.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jombang, mengimbau warga untuk patuh dengan anjuran pemerintah, yakni tidak mudik (pulang kampung, red) pada lebaran Idul Fitri mendatang. Hal ini dilakukan tidak lain untuk mencegah penularan corona atau covid-19.

Ini seperti dikatakan ketua MUI Jombang, KH. Cholil Dahlan, kepada awak media, Minggu (5/4). Menurut KH. Cholil, masyarakat diminta untuk berfikir kembali bila hendak mudik.”Anjuran saya agar patuh dengan arahan pemerintah, untuk tidak mudik,” kata kiai yang juga pengasuh Podok Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang, Minggu (5/4).

KH. Cholil menambahkan, anjuran untuk tidak mudik ini,  sebagai bentuk langkah pencegahan dan memutus rantai penularan covid-19. Selain itu, mudik yang dilakukan di tengah wabah covid-19, malah berpotensi menimbulkan penularan.

“Jadi tingkat manfaat dengan mudorotnya lebih besar mudorotnya,” sambungnya.

Dengan tidak dilakukan mudik, menurut KH. Cholil, masyarakat masih tetap bisa bersilahturahmi dengan cara lain, memanfaatkan kemajuan teknologi.

“Bisa silaturahmi melalui telepon, maupun video call. Hal seperti itu tidak mengurangi nilai silahturahmi,” tuturnya.

Sementara itu, pihak MUI Jombang juga mengaku belum ada fatwa mudik haram yang dikeluarkan oleh MUI pusat. Ia menilai, hukum haram bagi pemudik yang pulang kampung yang disampaikan oleh Sekjen MUI merupakan pendapat pribadi.

“Seandainya fatwa itu ada, yang jelas kita dapat salinannya. Saat ini ada belum ada fatwa haram bagi pemudik. Yang disampaikan (sekjen MUI, red) merupakan pendapat pribadi,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Editor Achmad Saichu