SKB Telah Diterbitkan, Pengelola Bioskop di Malang Kangen Bekerja Kembali

Share this :

Malang, koranmemo.com – Kemendikbud bersama Kementerian Pariwisata dan Kemenparekraf/Bekraf mengumumkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Teknis Pencegahan dan Pengendalian wabah Covid-19 di bidang kebudayaan dan ekonomi kreatif dalam masa penetapan kedaruratan kesehatan masyarakat Covid-19.

Panduan ini disusun untuk mempersiapkan pelaku usaha kreatif di masa new normal, termasuk pengelola bioskop. Pengelola bioskop diimbau untuk membatasi jumlah pengunjung yaitu 50% dari kapasitas dengan jarak minimal 1 meter. Menyediakan pemesanan tiket online. Serta memberikan informasi tentang protokol kesehatan kepada pengunjung secara jelas dan tersedia hand sanitizer.

Selalu memastikan seluruh area kerja bersih dan higienis dengan melakukan pembersihan secara berkala menggunakan pembersih dan disinfektan minimal 3 kali sehari terutama pada gagang pintu, pegangan tangga, tombol lift dan fasilitas umum lainnya.

Pengunjung diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan dan lolos pengukuran suhu tubuh. Pengunjung harus dalam keadaan sehat saat berkunjung tanpa memiliki gejala demam, batuk, pilek, dan sesak nafas.

Menurut Rulya Febrina, Pengelola Movimax Mall Dinoyo, Kota Malang, pihaknya sedang berkoordinasi dengan jajaran pengelola untuk rencana dibukanya bioskop serentak pada 29 Juli mendatang.

“Kami sangat kangen untuk bekerja kembali. Sudah hampir lima bulan kami tutup dan tidak ada pemasukan. Selama 5 bulan terakhir, pengelola melakukan maintenance mandiri yang melibatkan karyawan Movimax. Hal ini dilakukan agar karyawan dapat tetap bekerja tanpa harus ada PHK,” tutur Rulya saat diwawancarai Jumat (10/7).

Reporter Mokhamad Sholeh
Editor Achmad Saichu