Siswa SMAN 3 Jombang Mulai Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Share this :

Jombang, koranmemo.com – SMAN 3 Jombang telah melakukan survei melalui daring terhadap wali murid terkait pembelajaran tatap muka. Hasilnya, hampir dari 80 persen wali murid setuju jika pembelajaran tatapan muka dilaksanakan.

Jadi, meskipun ada 20 persen yang tidak menyetujui, pihak sekolah tetap melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka kepada sebagian besar siswanya.

“Sesudah memenuhi persyaratan sebagai sekolah tangguh pertama, mulai hari ini (7/9), SMAN 3 Jombang bisa melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19. Jumlah total siswa sekolah sekarang ada sebanyak 1021 dari kelas 1 sampai kelas 3 yang terbagi menjadi 30 kelas. Tapi dalam uji coba tatap muka kali ini, kami hanya mengisi 9 siswa di masing-masing kelas,” ungkap Kepala SMAN 3 Jombang, Singgih Santoso.

Ia juga menjelaskan, ada sekitar 3 hingga 5 kelas yang juga hanya diisi 5 sampai 7 siswa yang masuk. Hal itu, karena ada beberapa wali murid yang tidak menghendaki belajar tatap muka. Pihak sekolah juga tidak memberikan sanksi jika orang tua mengijinkan anaknya tetap mengikuti belajar daring.

“Bagi wali murid yang tidak ingin anaknya masuk tatap muka ya tidak apa-apa, itu hak mereka. Kami diberi amanah boleh tatap muka, jadi kami sebagai pihak sekolah laksanakan benar-benar sesuai protokol kesehatan. Dan bisa berjalan berharap berjalan dengan baik,” terangnya.

Singgih memaparkan, pada  hari pertama, protokol kesehatan yang dilakukan sekolah sangat ketat. Dimulai dari pintu masuk hingga di dalam kelas, dengan diawasi oleh satgas sekolah atau gugus tugas sekolah yang dibentuk oleh anggota organisasi sekolah (OSIS).

“Mulai di pintu masuk siswa maupun guru juga melewati semprotan disinfektan dan wajib mencuci tangan sesuai protokol kesehatan. Kemudian, bagi siswa sebelum masuk ke dalam kelas juga dicek suhu badan, lalu dicatat di buku tim gugus tugas sekolah terkait kondisi siswa,” tutupnya.

Baca Juga: Kelanjutan Liga, PT LIB Tunggu Izin Tertulis Kepolisian

Baca Juga: PBSI Tunda Simulasi Piala Uber

Annisan Ro’amalia, siswi Kelas XII IPA 2 SMAN 3, mengaku senang ia bisa kembali masuk sekolah tatap muka mendapat izin dari orang tuanya di hari pertama. Dirinya juga mengeluhkan jika selama pembelajaran daring kerap kali terkendala miskomunikasi. Jadi ia tetap lebih menyukai pembelajaran tatap muka dibandingkan daring karena tidak bisa bertemu dengan gurunya.

“Kalau belajar sendiri kan susah, dan tidak bisa dijelaskan detail oleh guru saat masuk di sekolah. Meskipun sekarang sudah masuk, kita juga benar-benar nerapin protokol kesehatan, dengan membawa hand sanitizer, memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan, bahkan alat-alat belajar juga diwajibkan membawa sendiri dan tidak boleh pinjam. Saya bersama teman-teman virus Corona cepat hilang dan sekolah dapat kembali kayak biasanya,” ujarnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Editor: Della Cahaya