Siswa SD Keracunan Permen Semprot

Share this :
Pemasok permen semprot dimintai keterangan di Mapolsek Kandangan (agung/memo)
Pemasok permen semprot dimintai keterangan di Mapolsek Kandangan (agung/memo)

Kediri, Memo-Sebanyak sembilan siswa kelas VI SDN Kandangan 4, Rabu (17/9) pagi harus dilarikan ke Puskesmas Kandangan. Mereka terindikasi mengalami keracunan usai mengonsumsi permen semprot yang dibeli dari salah satu pedangan yang menjajakan dagangannya di sekitar sekolah.

Peristiwa keracunan itu bermula ketika sejumlah siswa membeli permen semprot dari penjual bernama Darminigsih (38) warga setempat, sekitar pukul 06.30 WIB. Kemudian sekitar pukul 06.45 WIB seluruh siswa berkumpul termasuk yang membeli permen untuk melakukan senam pagi.

Sekitar pukul 07.00 WIB senam usai. Beberapa anak yang mengonsumsi permen semprot mulai merasakan sesuatu yang tidak beres. Rata-rata mereka merasakan panas ditenggorokan,perut mulas, dan pusing. Bahkan beberapa siswamuntah-muntah di kamar mandi sekolah. Hal ini langsung membuat situasi menjadi ramai karena murid lainnya bingung melihat kondisi temannya.

Mengetahui hal itu, Mariani (55) kepala sekolah memerintahkan agar sembilan anak yang mengalami gejala keracunan dibawa ke Puskesmas Kandangan. Langkah ini diambil agar para siswa segera mendapat pertolongan medis sehingga dampak keracunan tidak makin fatal. Kesembilan anak tersebut diketahui bernama Danar (13), Ferdi (12), Alana (11), Riko (12), Isal (13), Iyas (12), Sendi (12), Teguh Adi (12), dan Salim (11). Setibanya di Puskesmas, mereka langsung mendapat perawatan dari petugas puskesmas.

Lima anak yakni Danar, Ferdi, Alana, Riko, dan Isal diketahui mengalami pusing, mual, dan muntah-muntah sehingga harus menjalani perawatan dengan diinfus. Sedangkan empat siswa lainnya yakni Iyas, Sendi, Teguh Adi, dan Salim diketahui mengalami pusing-pusing saja sehingga hanya mendapatkan perawatan beberapa saat dan langsung diperbolehkan pulang. Sedangkan kelima siswa yang diinfus, setelah kondisinya berangsur membaik, sekitar pukul 11.00 WIB sudah boleh pulang.

Kejadian ini oleh pihak sekolah dilaporkan ke Mapolsek Kandangan. Petugas yang mendapat laporan langsung berkoordinasi dengan anggota unit identifikasi Polres Kediri. Polisi tidak mau membuang waktu dan langsung meminta keterangan dari sang penjual.

Dari keterangan penjual di sekolah, dia mendapatkan barang baru beberapa hari dari pemasok bernama Zuli Widodo (26) pedangang asal RT 003 / RW 002 Desa Klampisan Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri. Polisi bergerak cepat dan mengamankan Zuli ketika sedang berada dirumahnya. Saat itu juga dia dibawa ke Mapolsek Kandangan untuk dimintai keterangan.

Kepada polisi, Zuli mengaku baru menjual permen berlabel “Syrup Spray” itu sekitar satu minggu. Dia mengaku mendapatkan barang dari salah satu sales yang berasal dari wilayah Jombang. Satu pres permen semprot berisi 20 kemasan itu dibeli dengan harga Rp 15.000, dan menjualnya lagi dengan harga Rp 16.000.

Terpisah, dr Linda Tjahjono, dokter Puskesmas Kandangan menyatakan jika kesembilan siswa positif keracunan permen semprot yang dikonsumsi pagi kemarin. “Dari pemeriksaan medis, rasa sakit perut, mual, pusing dan akhirnya muntah-muntah positif diakibatkan dari mengkonsumsi permen tersebut,” terang dr Linda.

Sementara untuk kandungan yang terdapat di permen semprot tersebut, dr Linda Tjahjono, enggan memberikan keterangan lebih rinci dan mengatakan jika sampel permen telah dibawa petugas Dinkes Kabupaten Kediri. “Sampel permen telah dibawa petugas dinkes untuk selanjutnya diuji di laboratorium. Sehingga untuk kandungan permen langsung konfirmasi ke pihak dinkes saja,” kata dr Linda.

Kasi Humas Polsek Kandangan, Aiptu Suyitno mengatakan jika kasus keracunan ini masih dalam penyelidikan polisi. “Kita masih meminta keterangan orang yang memasok permen yang diduga meracuni siswa SDN Kandangan 4 itu ke penjual yang ada di sekolahan,” kata Aiptu Suyitno. (ag)

Follow Untuk Berita Up to Date