Siswa dan Alumni MTs Tuntut Kasek Mundur

Tulungagung, koranmemo.com – Ratusan siswa dan alumni Madrasah Tsanawiyah (MTs) Assyafi’iah Desa/Kecamatan Gondang, Selasa (18/10) pukul 09.30 WIB berunjukrasa di halaman sekolah. Mereka menuntut supaya kepala sekolah (Kasek), Sutarkim mundur dari jabatannya karena dianggap kurang mampu memimpin sekolah.

Sekitar 50 alumni mengendarai roda dua dan satu mobil pick up mengangkut sound system berjalan dari Jalan Raya Tulungagung-Trenggalek. Mereka memasuki halaman sekolah sambil membawa poster berbagai tulisan. Mereka beroperasi untuk mengecam kebijakan-kebijakan sekolah.

Orasi tunggal oleh koordinator aksi Muhammad Hadi Kanani disambut ratusan siswa. Siswa berseragam putih-putih keluar kelas untuk bergabung para pendemo. “Tuntut mundur kepala sekolah (Sutarkim-red),”teriak Kanani.

Selain menuntut mundur Sutarkim, lanjut Kanani, pendemo meminta guru sejarah, M Sodiq untuk mengajar lagi. Sebelumnya dia diberhentikan dengan alasan jarang tidak masuk. Pendemo menuntut lembaga MTs Assyafi’iah di bawah yayasan dikembalikan ke Nahdlatul Ulama (NU), jangan sampai ada tekanan kepada guru dan siswa, biaya pendidikan murah, dan transparansi dalam pengelolaan dana madrasah. “Jika tuntutan tidak dipenuhi kami akan melakukan demontrasi dengan massa lebih banyak,”ancamnya.

Selanjutnya perwakilan demonstran diminta masuk ruangan untuk berdialog. Mereka ditemui      oleh kepala sekolah dan anggota Polsek Gondang. Pendemo dicecar soal izin demontrasi. Mereka mengakui memang tidak ada izinnya. Meski demikian, tuntutannya ditampung dan disampaikan ke yayasan.

Pasca dialog, anggota Binmas Polsek Gondang, Imam Rochimi meminta siswa-siswi untuk pulang ke rumah dengan tertib. Seiring dengan himbauan tersebut. Sebanyak 4 siswi mengalami kesurupan. Hal itu membuat suasana demonstrasi mencekam. Empat siswi dibawa ke salah satu ruangan kelas. Mereka ditenangkan dengan dibacakan ayat-ayat suci Alquran. “Kami menghimbau agar semua siswa-siswi pulang ke rumah masing-masing dengan tenang dan tertib” ungkapnya.

“Dua dari 4 siswa sering kesurupan,”ujar Samsul Arifin (39), salah satu guru MTs.           Samsul Arifin menjelaskan selama kepemimpinan kasek Sutarkim terkesan mempersulit pengajuan sertifikasi guru.

Sementara itu, Sutarkim mengatakan terkait dengan tuntutan pendemo. Dia menyerahkan semua kepada yayasan. Karena pengangkatan kepala sekolah oleh yayasan. “Tuntutan akan saya sampaikan ke yayasan,”katanya.

Disinggung soal penghentian guru sejarah, Sutarkim menegaskan karena yang bersangkutan jarang masuk sekolah.(yop/Jb)

 

Follow Untuk Berita Up to Date