Sinkronkan Kebijakan, Mas Ipin Kembali Ngantor ke Desa-desa

Trenggalek, Koranmemo.com – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin kembali ngantor ke desa-desa seusai hajat pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) rampung. Kegiatan ini untuk menyinkronkan kebijakan antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan Kecamatan dan Pemerintahan Desa. Pengembangan potensi desa menjadi salah satu konsentrasi yang tengah digenjot Pemkab Trenggalek.

  “Kami tadi rapat bersama kepala desa di beberapa kecamatan untuk membahas beberapa permasalahan, mulai bagaimana mekanisme penganggaran, terus apa saja program yang harus didorong,” kata Mas Ipin saat ngantor di Aula Dilem Wilis, Desa Dompyong Kecamatan Bendungan beberapa waktu lalu. Selain Bendungan, ada Kecamatan Trenggalek, Tugu dan Karangan.

Kegiatan ngantor di desa ini sekaligus menjadi ajang konektivitas antara desa dengan OPD, melalui sinkronisasi kebijakan yang dikemas dalam wujud diskusi. Misalnya kebutuhan dan tindakan yang harus dilakukan pemerintah dalam menunjang potensi desa. Pasalnya Trenggalek memiliki banyak desa potensial baik dari sektor wisata, kerajinan tangan hingga produksi lainnya.

“Tidak setiap waktu kita bisa bertemu dengan OPD dan kepala desa dalam satu waktu. Ini kan untuk menyinkronkan kebijakan. Dengan menyinkronkan kebijakan harapannya kegiatannya juga sinkron. Kalau di desa punya potensi apa, di OPD harus berbuat apa untuk meningkatkan produktivitasnya, atau membuka akses pasarnya, termasuk dengan dukungan apa yang diperlukan,” imbuhnya.

Dukungan peningkatan pertumbuhan ekonomi di desa itu bukan hanya sinkronisasi kebijakan, melainkan juga suntikan alokasi anggaran. Meskipun dana transfer dalam rancangan APBD tahun 2020 turun Rp 51 miliar dibanding APBD saat ini, namun Mas Ipin berkomitmen tetap mempertahankan. Mas Ipin meyakini melalui pembangunan tingkat desa akan terjadi pemerataan di berbagai sektor.

“Meskipun ada penurunan dana transfer yang seharusnya (dana desa) ikut turun, kami coba pertahankan. Karena kami ingin masyarakat di desa punya kemampuan fiskal yang cukup untuk melakukan pembangunan di desa. Karena kami percaya itu nanti yang bisa melakukan pemerataan pembangunan,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Trenggalek, Edi Supriyanto mengatakan, kegiatan ngantor di desa ini ditujukan untuk melakukan evaluasi terhadap apa yang dicapai oleh desa, untuk didiskusikan bersama dengan Bupati Trenggalek. “Jadi sudah banyak isu yang kita bahas dan semoga bisa segera ditindak lanjuti,” kata dia. (adv/humas pemkab)

Reporter Angga Prasetiya
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date