Simulasi Pembukaan Lokasi Wisata Kampung Anggrek, Pengunjung Dibatasi 50%

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Setelah delapan bulan tidak ada aktivitas di kawasan wisata Kabupaten Kediri dan nyaris tidak ada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata, akhirnya Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Kediri menggelar simulasi pembukaan kawasan wisata secara bertahap.

Untuk pertama kali yang sudah disimulasikan adalah kawasan wisata Benduk Gerak Waru Turi Gampengrejo. Selanjutnya kawasan wisata Kampung Anggrek di Desa Sempu Kecamatan Ngancar. Meski kawasan wisata di Kabupaten Kediri dibuka namun jumlah pengunjung tetap dibatasi.

Sementara untuk mekanisme masuk kawasan wisata, ada petugas khusus dari dalam dan dipandu petugas tim khusus dari Kecamatan dan Kabupaten Kediri untuk penerapan protokol kesehatan (Prokes). Seperti yang sudah dijadwalkan pada Sabtu (21/11) pagi kampung anggrek di Sempu akan dibuka dengan prokes ketat.

Seperti jumlah pengunjung dibatasi dan jam kunjung maksimal 1.5 jam. Sebelum masuk lokasi,pengunjung harus cuci tangan pakai sabun di air mengalir, kenakan masker, mau diukur suhu dengan thermogun dan tetap jaga jarak. Ini upaya petugas menjaga kondisi pengunjung tetap sehat di kawasan wisata di era adaptasi kebiasaan baru.

Adi Suwignyo Kepala Disparbud Kabupaten Kediri menyampaikan perlunya pembukaan dengan pertimbangan hati-hati dengan tim GTPP Kabupaten Kediri. Mengingat pedagang cindera mata,kuliner di kawasan wisata tidak ada pemasukan, sedangkan di desa wisata tidak ada pemasukan juga karena takut terpapar Covid 19.

“Kini harus dilakukan pantauan selama simulasi dan uji coba pembukaan kawasan wisata yang dikelola Kabupaten Kediri ataupun pihak desa dan perorangan. Tentu kami bersama Tim GTPP Covid 19 Kabupaten melakukan monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Kita berharap tetap berjalan sesuai rencana dan tidak ada klaster baru dari kawasan wisata,” ujarnya.

Sementara Agus Joko Susilo Kepala Desa Jambu Kecamatan Kayen Kidul mengapresiasi langkah Disparbud Kabupaten Kediri. Karena dengan membuka kawasan wisata desa dan kawasan wisata Kabupaten Kediri akan tambah pemasukan. Joko akan terus mengikuti mekanisme ketat protokol kesehatan.

“Kalau hal ini kami sikapi positif dan sangat bijak. Sekalipun pengunjung dibatasi jumlah dan waktunya bisa menjadikan tambahan penghasilan di kampung wisata. Kami selama ini tetap kenakan prokes ketat kepada karyawan dan pengunjung. Bagi yang tak taat prokes kami minta tidak masuk arena wisata desa,” katanya.

Reporter Bakti Wijayanto
Editor Achmad Saichu