Simpang Empat Ngletih, Jalan Alternatif yang Rawan Kecelakaan

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh personel Unit Laka Satlantas Polresta Kediri, lokasi kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di simpang empat Jalan Raya Ngletih, Kecamatan Pesantren Kota Kediri dinilai rawan, terutama pada jam kerja.

Pasalnya, jalan tersebut menjadi rute alternatif masyarakat Kabupaten Kediri, salah satunya dari Kecamatan Wates yang ingin menuju ke Kota Kediri. “Hasil olah TKP seperti itu, terutama pada jam berangkat maupun pulang kerja,” ujar Kanit Laka Satlantas Polresta Kediri, Ipda Dyah Ayu, Selasa (15/9).

Sebelumnya, peristiwa laka lantas terjadi di Jalan Raya Ngletih-Bawang, tepatnya di simpang empat Ngletih Kecamatan Pesantren Kota Kediri, Selasa (15/9) sekitar pukul 05.00 WIB.

Dalam kejadian tersebut melibatkan dua kendaraan, yaitu truk nomor polisi (nopol) AG 9235 ED yang dikemudikan Iwan Prasetyo (36) asal Kelurahan Blabak Kelurahan Pesantren.

Sementara pengendara sepeda motor yaitu Mariyati (48) asal Desa Plaosan Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. Berdasarkan informasi yang diperoleh, Mariyati merupakan karyawati pabrik swasta di Kota Kediri.

Kasi Humas Polsek Pesantren, Aiptu M. Mekrot menjelaskan, sebelum kejadian tersebut, berdasarkan keterangan dari beberapa saksi, kendaraan truk yang dikemudikan Iwan melaju dari arah utara ke selatan ke arah Kelurahan Bwang.

Sesampainya di simpang empat Ngletih, di saat yang bersamaan melaju kendaraan sepeda motor AG 4893 EAQ dari arah timur. “Pengendara ini langsung lurus ke barat, karena jarak sudah dekat akhirnya terjadi kecelakaan antara truk AG 9235 ED dan sepeda motor AG 4893 EAQ,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, pengendara sepeda motor terjatuh. Diduga, akibat benturan yang cukup keras dengan jalan, pengendara meninggal dunia di lokasi kejadian.

Selanjutnya, kata Aiptu Mekrot, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit (RS) Gambiran. “Penanganan lebih lanjut diserahkan kepada personel Unit Laka Satlantas Polresta Kediri beserta barang buktinya,” ucapnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Achmad Saichu