Simpan Sabu 1,24 kg, TKW asal Madura Divonis 15 Tahun Penjara

Share this :

Sidoarjo, koranmemo.com – Novita Habiba, divonis dengan hukuman 15 tahun penjara dan diwajibkan membayar denda sebesar Rp 1 miliar. Ha tersebut disampaikan ketua majelis hakim Yohanes Hero saat membacakan amar putusannya dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Rabu (26/9/2018).

Perempuan 29 tahun asal Pamekasan ini haruslah  meringkuk di dalam penjara.

Dia dianggap terbukti bersalah menyelundupkan sabu-sabu sebanyak 1.240 gram atau 1,24 kilogram dari Malaysia lewat Bandara Juanda Surabaya. “Kalau tidak dibayar, harus diganti dengan hukuman selama tiga bulan,” kata hakim Yohanes Hero.

Terdakwa dianggap terbukti melanggar pasal 114 dan 112 ayat 2 Undang-undang nomor 35 tahun 1999 tentang pemberantasan peredaran narkotika.

Vonis terhadap perempuan yang bekerja sebagai TKW di negeri Jiran Malaysia tersebut lebih ringan dibanding tuntutan jaksa. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta majelis hakim menghukum terdakwa selama 18 tahun.

Terkait keputusan majelis hakim, Guruh Wicahyo Prabowo selaku JPU dari Kejari Sidoarjo menyatakan terima atas putusan tersebut.

Demikian halnya terdakwa, juga menerima vonis tersebut. “Iya, saya terima pak hakim,” jawab terdakwa Novita lirih saat ditanya hakim.

Penyelundupan Narkoba jenis Sabu ini terungkap pada 22 Maret 2018 sekitar pukul 11.00 WIB. Novita ditangkap petugas bandara Internasional Juanda saat di Terminal Kedatangan.

Dengan menggunakan pesawat AirAsia (XT-321) rute penerbangan Kuala Lumpur Malaysia – Surabaya penumpang yang bekerja sebagai TKW asal Madura ini baru tiba.

Di kardus yang digunakan bungkus pakaian, ditemukan sabu sebanyak 1.240 gram. Narkoba ini diselipkan di rongga dinding kardus.

Novita mengaku barang itu titipan dari temannya. Dan dia dijanjikan akan diberi upah Rp 30 juta setelah titipan diterima. Tapi apes, dia keburu tertangkap. Tak dapat upah dan harus meringkuk di penjara selama 15 tahun.

Reporter Yudhi Ardian

Editor Achmad Saichu