Simon Sujarwo, Pembuat Peti Mati Jenazah Covid-19: Langganan Rumah Sakit

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Di tengah pandemi Covid-19, kebutuhan peti mati harus tersedia. Ini karena sesuai dengan regulasi, pasien yang meninggal karena corona pemakamannya harus sesuai dengan protokol kesehatan (Prokes). Salah satunya ketika meninggal harus dimasukkan ke dalam peti. Simon Sujarwo pun kini kerap dicari. Karena dia spesialis memproduksi peti mati. Salah satunya peti untuk pasien meninggal karena corona

Tak sulit mencari rumah Sujarwo Simon. Di Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo namanya sudah cukup terkenal. Ini karena selama ini menggantungkan hidup dengan pembuatan peti mati. Rumahnya tak jauh dari Makam Adipati Aryo Blitar, bupati pertama di Blitar. Tepatnya di Jalan Pamungkur yang berbatasan dengan Kelurahan Pakunden.

Ketika menginjakkan kaki di rumah yang menghadap ke barat itu, langsung disambut dengan sedikitnya 50 kotak kayu dengan berbagai ukuran. Ada yang ukuran mini adapula ukuran besar. Bentuknya pun beragam. Ada yang masih murni kayu ada pula yang sudah dicat berwarna putih dengan tanda salib di bagian atas. “Ya begini keseharian saya. Bergelut dengan tumpukan peti. Saya memang membuat peti mati,” kata pria kelahiran 62 tahun silam ini.

Bapak tiga anak inipun bercerita tentang awal mula dirinya bersandar hidup dengan benda yang identik dengan kematian itu. Dunia kerajinan kayu sebenarnya sudah melekat sejak muda. Saat itu diirinya bukanlah pembuat peti mati. Tetapi hanyalah tukang mebel. Selain membuat kursi atau almari, pria berpenampilan kalem ini kerap menerima jasa permak mebel. Ketika ada warga yang mebelnya rusak, dirinya didapuk untuk memperbaiki.

“Pembuatan peti mati bukan pekerjaan pokok. Awalnya ya hanya memperbaiki kursi atau meja. Ya istilahnya bengkel mebel,. Saya membuatnya sejak belum menikah. Bengkel kerja di Jalan Kawi Blitar sana” katanya.