Sidang Surat Palsu KPK, JPU Hadirkan Bupati Blitar

Blitar, koranmemo.com – Sidang lanjutan surat palsu KPK dengan terdakwa Mohamad Trianto atas kasus undang-undang Informasi dan Traksaksi Elektronik (ITE) yang menjerat dirinya kembali digelar , Senin (18/03) pukul 10.00 WIB di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Blitar. Bahkan agenda sidang lanjutan ke 8 kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan Bupati Blitar Rijanto,setelah beberapa kali sidang belum bisa hadir.

Bupati Blitar Rijanto hadir dengan menggenakan kemeja batik legan panjang dengan ditemani beberapa kepada dinas terkait. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini untuk dimintai keterangan sebagai saksi korban. Selain menghadirkan Bupati Blitar,JPU juga mendatangkan empat saksi ahli.

“Yang berkontribusi untuk pembuktian kita undang dan alhamduliIah hari ini hadir, baik bupati dan saksi ahli, intinya semua yang berkontribusi dalam pembuktian akan kita hadirkan,” ungkap JPU Kejaksaan Negeri Blitar Nanang Dwi Pri Haryadi,Senin (18/03)

Bupati Blitar Rijanto mengaku waktu itu. Dikatakan, apa yang dikabarkan tersebut sempat membuat roda pemerintahan terganggu. ” Saya meminta pendapat beberapa rekan saya dan menanyakan langsung ke KPK terkait surat tersebut, setelah mendapat kabar jika pihak KPK tidak pernah mengirimkan surat panggilan KPK terhadap dirinya ini akhirnya kami melaporkannya ke pihak berwajib, ” ungkapnya saat dimintai keterangan di ruang utama Pengadilan Negeri Blitar.

Sementara itu Kuasa Hukum Trijanto, Hendi Priono mengatakan sesuai informasi yang diterima, pihaknya mengetahui jika Bupati Rijanto hadir. Pihaknya senang karena orang nomor satu di Kabupaten Blitar bersedia datang ke persidangan.

“Karena kasus ini adalah atas dasar laporan bupati dan panggilan adalah juga panggilan negara. Kami juga masih akan rapatkan dengan terdakwa apakah akan kembali mendatangkan saksi yang meringankan terdakwa. Sidang kali ini mendengarkan keterangan saksi korban dan saksi ahli dari JPU, kamipun juga berencana mendatangkan ahli,” pungkasnya.

Seperti diberitakan Aktivis anti korupsi M.Trijanto ditetapkan tersangka, setelah mengunggah informasi adanya surat panggilan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk Bupati Blitar, di akun facebooknya. Surat KPK itu dipastikan palsu.

Oleh penyidik Polres Blitar, Trijanto dianggap melakukan penyebaran kabar hoax dan melanggar UU ITE. Mohamad Trijanto dilaporkan Bupati Blitar, melalui Kabag Hukum Pemkab Blitar.

Reporter Arief juli prabowo

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date