Sidang Perceraian di Tengah Pandemi Covid-19 di Kediri, Hakim Jemput Bola ke Desa

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Tingginya angka perceraian di Kabupaten Kediri menjadi perhatian serius Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Kediri. Pada masa Pandemi Covid-19, hakim pengadilan agama tidak saja melakukan melakukan persidangan di ruang sidang di Kantor PA Kabupaten Kediri, namun juga jemput bola di desa-desa dimana ada masalah perceraian.

Layanan yang diterapkan pengadilan agama Kabupaten Kediri ini mendapatkan sambutan warga dan mereka yang berpekara tidak harus ke kantor pengadilan agama.

Drs Munasik MH Humas Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Kediri menjelaskan, angka perceraian di Kabupaten Kediri yang masuk ke pengadilan agama mulai Januari hingga Desember 2019 mencapai 4766 dan tahun 2020 mulai Januari hingga per Agustus 2020 angka perceraian mencapai 3000 kasus dan bulan Agustus mencapai 500 kasus

Ditambahkan, pola jemput bola sidang perkara perceraian ini dimaksudkan sebagai upaya tidak terjadinya penumpukan warga di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri. Hakim sudah melakukan banyak persidangan di desa seperti di Desa Wates, Desa Badas,Pare dan banyak desa di Kabupaten Kediri.

“Untuk mekanisme sidang tetap seperti di ruang sidang Pengadilan Agama Kabupaten Kediri. Tetap tertutup untuk umum karena sifatnya privacy dan kita melakukan persidangan dengan prosedur yang sudah baku dengan kehadiran kedua belah pihak yang berperkara,” ujarnya.

Dijelaskan, untuk Jum’at (11/9) di Wates yang ditangani hakim pengadilan agama mencapai 21 perkara dan Jum’at depan di Pare ada 45 perkara perceraian dan ini disebut sidang keliling dan harus selesai dalam satu hari.

Reporter Bakti Wijayanto

Editor Achmad Saichu