Sidang Kasus Penipuan Perjalanan Haji, Terdakwa Mengaku Punya Relasi Kemenag 

Lamongan, koranmemo.com – Sidang perkara penipuan perjalanan haji yang melibatkan terdakwa Nurul Faizah kembali digelar di ruang Candra Pengadilan Negeri Lamongan, Selasa (7/5). Kali ini, sidang yang dipimpin Aunur Rofiq, S.H selaku ketua majelis hakim mengagendakan mendengar keterangan saksi.

Dalam keterangannya di hadapan majelis hakim, Agus mengaku jika terdakwa adalah istri sah dari mantan ketua PWNU Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Machsan Musa. Hal itulah seringkali dijadikan alasan terdakwa memperdayai korbannya.

Tak hanya itu, tambah Agus dalam persidangan, terdakwa juga seringkali mengaku mempunyai relasi orang dalam dari Kementrian Agama (Kemenag) di Jakarta. Untuk itu, pihaknya tidak merasa curiga sedikit pun menggunakan fasilitas perjalanan haji plus milik terdakwa.

“Sementara itu, ibu saya yang jadi korban, ketika itu dimintai uang sebesar Rp 170 juta. Namun, kami hanya sanggup membayar sebesar Rp 136 juta. Itu pun bayarnya dengan cara bertahap. Saat itu saya bilang kepada terdakwa jika pembayarannya secara bertahap,” terangnya dihadapan majelis hakim.

Setelah pembayaran terpenuhi, imbuh Agus, akhirnya ibu saya diberangkatkan ke Mekah melalui penerbangan ke Tangerang terlebih dahulu. Setelah tiba di Tangerang, Banten ibu beserta 8 rekan lainnya menginap di salah satu hotel selama tiga hari. Setelah itu, para korban kemudian dititipkan di salah satu pemilik cathering makanan disana.

“Setelah dititipkan itu, ibu saya menghubungi saya yang mulia. Kemudian kami berangkat kesana untuk menjemput ibu kami di sana. Tak hanya itu, selama dititipkan di rumah cathering, HP ibu kami juga pernah dirampas oleh terdakwa,” jelas Agus.

Giliran terdakwa mendapatkan kesempatan dari majelis hakim untuk menyanggah keterangan yang diungkapkan saksi hingga persidangan dilanjutkan pekan depan, namun, terdakwa Nurul Faizah tidak banyak mengeluarkan pernyataan mengelak, diapun membenarkan apa yang diungkapkan saksi. “Apa yang di ceritakan saksi benar. Dan saya tidak keberatan yang mulia,” saut terdakwa di hadapan majelis hakim.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Lamongan, Andhika usai persidangan mengatakan jika pihaknya kemungkinan besar akan memanggil saksi-saksi lain yang disebutkan dalam persidangan oleh terdakwa. “Ada beberapa nama yang disebut terdakwa dalam persidanga tadi. Apalagi, terdakwa juga mengaku pernah menjadi istri sah ketua PWNU. Itu seperti keterangan BAP,” terang Andhika.

Diketahui, Nurul Faizah (42) warga Desa Pucangtelu Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan berurusan polisi sekitar bulan September tahun 2018. Setelah dilaporkan beberapa korbanya atas dugaan penipuan ratusan juta rupiah, pemilik PT Kamaliya Tour dan Travel Umroh Haji Plus kemudian ditangkap Satreskrim Polres Lamongan.

Reporter Fariz Fahyu

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date