Sidang Dugaan Korupsi Proyek Jalur Sepeda Ekstrim, Hadirkan 2 Saksi

Sidoarjo, koranmemo.com – Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalur sepeda ekstrim milik Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sidoarjo yang menggunakan dana APBD tahun anggaran 2015 kembali digelar di pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor) Surabaya di jalan Juanda Sidoarjo, Senin, (7/5/2018). Dua orang saksi dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo untuk diambil keterangannya.

Dalam perkara yang diduga merugikan keuangan negara Dengan total uang sebesar Rp 578.083.213,76 ini menyeret 5 orang terdakwa yaitu Mulyadi, (46) Mantan Sekertaris Disbudpar Sidoarjo, H. Usman (CV. Sinar Cemerlang), Hadi Purtanto rekanan, Denni (34) rekanan dan Sumartono (53) selaku konsultan.

Saksi Ristanti Widya Ayu Ambariti, staf dari PT Surya Indah Cemerlang dalam keterangan sidang mengaku pada tahun 2015 pernah mendaftarkan CV. Sinar Cemerlang (SC) untuk mengikuti lelang proyek jalur sepeda extreme. Diakui jika pada saat proses lelang proyek tersebut pinjam CV. SC dari terdakwa Usman.

“Saya daftarkan CV. Sinar Cemerlang (SC) milik Pak Usman pada bulan September 2015. Stempel, pengisian data-data sampai User Id dan Password CV,” terangnya.

Dalam hal ini, dirinya juga menyebut jika saksi melakukan hal tersebut berdasarkan suruhan dari terdakwa Mulyadi dan terdakwa Hadi Purtanto yang saat itu salah satunya sebagai pimpinannya.

Saksi warga Wonoayu, Sidoarjo ini juga mengungkapkan saat di hadapan majelis hakim ketika di tanya JPU terkait kejanggalan mengapa harus meminjam CV milik terdakwa Usman. Dia menjawab jika perusahaannya sudah diblacklist.

“PT. Surya Indah Cemerlang milik pak Hadi Purwanto saat itu di blacklist, sehingga memakai CV Sinar Cemerlang” ucapnya.

Follow Untuk Berita Up to Date