Sidak Makanan Takjil, Temukan Kerupuk Mengandung Borak

Share this :

Kediri, koranmemo.comTim gabungan Loka POM di Kabupaten Kediri, bersama Dinas Perdagangan Kota Kediri melakukan inspeksi mendadak (sidak) makanan takjil di sekitar taman Sekartaji Kota Kediri, Selasa (21/5). Hasilnya, ditemukan dua jenis kerupuk yang mengandung borak. Pedagang diminta untuk tidak menjual barang tersebut karena berbahaya jika dikonsumsi masyarakat.

Kepala Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Kabupaten Kediri, Jhoni Idrus Setiawan mengatakan, pihaknya telah melakukan uji sampling terhadap 20 makanan takjil yang diduga mengandung bahan makanan berbahaya. Kandungan yang dilihat diantaranya, makanan yang mengandung rodamin (pewarna buatan), borak, formalin, dan metanil yellow.

“Kita beli makanan dari para pedagang yang kami duga ada kandungan kimia yang berbahaya. Setelah itu kita uji kandungan di dalamnya bersama dengan tim yang sudah disiapkan,” ujarnya.

Selama kurang lebih satu jam, tim menemukan ada dua makanan yang positif mengandung zat kimia berbahaya. Dua makanan tersebut semuanya jenis kerupuk, yakni mengandung borak yang diduga digunakan untuk memotong kerupuk agar lebih kenyal sebelum digoreng. Meski positif mengandung bahan makanan berbahaya, tim gabungan hanya memberikan imbauan kepada para pedagang agar tidak menjual lagi barang tersebut.

“Borak kalau pemakaian lama, bisa menyebabkan kanker dan tumor. Kita sifatnya masih pembinaan, ini kita kasih sosialisasi pada pedagangnya untuk tidak menggunakan bahan makanan yang dilarang,” jelasnya.

Puluhan bahan makanan yang diambil sampel diantaranya, tahu, usus, es campur, es dawet, pindang, dan udang, namun hasilnya negatif. Selain di Sekartaji, tim Loka POM Kediri juga melakukan pengecekan makanan takjil di Jalan Hayam Wuruk Kota Kediri. Hasilnya ada tiga makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya.

“Kemarin di Hayam Wuruk, ada 3 yang positif. Dua makanan yakni lupis dan agar – agar mengandung rodamin B, dan satu mengandung borak yaitu kue lupis,” tandasnya.(Adv)

Reporter : Zayyin Multazam Sukri
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date