Setubuhi Tetangga di Hutan Hingga Hamil, Kakek-kakek Diamankan

Trenggalek, koranmemo.com – Seorang kakek di Kabupaten Trenggalek harus berurusan dengan polisi. Ia dilaporkan oleh kedua orang tua Bunga (nama samaran) karena telah menghamilinya. Mirisnya gadis berumur 15 tahun yang tengah mengandung itu adalah tetangga pelaku yang kini mendekam di Mapolres Trenggalek.

Adalah Juwari (50), kakek dua cucu itu harus menikmati masa tuanya di balik jeruji besi penjara. Sebab ia tega menyetubuhi tetangganya yang tinggal hanya berjarak beberapa rumah. Peristiwa memalukan itu terjadi di sebuah kawasan hutan di wilayah Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek.

“Peristiwa itu diketahui pada Kamis 4 April 2019, sekitar pukul 10.00 WIB,” kata Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S melalui Kasubag Humas, Iptu Supadi dalam konferensi pers di Mapolres Trenggalek, Kamis (25/4).

Aksi bejat yang dilakukan Juwari bukan terjadi sekali. Kepada petugas ia mengaku telah berhubungan layaknya suami istri bersama bunga sebanyak tiga kali. Peristiwa itu dia lakukan di sebuah hutan yang terletak tidak jauh dari rumahnya.

“Pelaku dengan korban saling mengenal. Diperkirakan peristiwa itu terjadi kisaran Maret-April,” kata dia sembari mengamini jika korban saat ini tengah hamil. Ulah bejat pelaku diketahui setelah korban mengadukan kepada orang tuanya.

Juwari mengaku aksi bejat yang dia lakukan bukan tanpa alasan. Dia mengaku jika korban sering ‘menggoda’ hingga membuatnya berbuat nekad. Dalam pengakuannya, ia juga meperagakan bagaimana Bunga disebut sering menggodanya.

“Pelaku berjanji akan menikahinya sehingga perbuatan itu terjadi,” kata Kasubag Humas menerjemahkan pengakuan pelaku. Kepada awak media, pelaku juga mempraktikkan gelagat bagaimana Bunga disebut menggodanya.

Untuk memuluskan aksinya, korban diajak pelaku jalan-jalan di sekitar hutan hingga akhirnya membuat korban terpedaya dengan janji bualan pernikahan. Rupanya aksi yang dia lakukan diketahui oleh kedua orang tua pelaku.

Tak terima dengan perbuatan tetanggannya, kedua orang tua Bunga memilih menempuh jalur hukum. Pelaku diamankan beserta barang bukti seperti beberapa pakaian pribadi milik korban.

“Pelaku dikenakan pasal 81 ayat 2 UURI nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UURI nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date