Setahun Jadi Kurir Sabu, Pengepul Rosok Dibekuk

Jombang, koranmemo.com – BD (25) pengepul rosok asal Kecamatan Mojowarno, dibekuk aparat Unit 1 Satresnarkoba Polres Jombang. Ini setelah BD terendus menjadi kurir narkotika jenis sabu-sabu sejak satu tahun terakhir.

Menurut penjelasan Kasat Resnaskorba Polres Jombang AKP Mukid, kurir barang haram golongan I ini baru bisa diamankan di TKP Jalan Raya Mojoagung pada Senin (8/10) sekitar pukul 17.00 WIB.

“Kurir sabu atas nama BD sudah menjalankan aksinya selama setahun. Ia tergolong sangat licin dan lihai menghindari penangkapan petugas. Saat ditangkap, petugas menemukan barang bukti di celananya,” ujar AKP Mukid usai melakukan rekonstruksi penangkapan di Mapolres Jombang, Rabu (9/10) siang.

Menurut Mukid, modus yang dipakainya dengan cara mengambil ranjau barang narkoba jenis sabu dari Surabaya. Setelah mengambil barang tersebut, sebagian diturunkan ke kota Mojokerto, Trowulan dan terakhir ke Mojoagung. Kemudian jaringan pengedar ini tidak hanya antar kabupaten antar kota saja, diduga BD ini juga menjual di luar kota selain Mojokerto dan Jombang.

“Tersangka ini dalam setiap pengambilannya selama 4 minggu bisa mendapatkan upah sebesar Rp 6 juta. Dari pengakuan BD saat di Surabaya biasanya mengambil barang seminggu satu kali, paling banyak membawa 2 ons sabu dan mendapatkan upah sebesar Rp 1 juta sampai Rp 211,5 juta sekali mengambil barang ranjau itu,” paparnya.

Dari keterangan tersangka, kurir ini mendapat kenalan dari seorang teman di alun-alun Mojokerto berinisial AR. Mukid juga mengatakan, pihak Satresnarkoba Polres Jombang juga berkordinasi dengan Polda Jatim untuk mengetahui identitas pengedar lainnya dengan mengunakan IT.

“Tertangkapnya tersangka ini, saat mengirim barang ke wilayah Mojoagung. Kita endus BD ini sudah lama hampir satu bulan lebih,” ungkapnya.

Dalam penangkapan terhadap BD, petugas juga mengamankan barang bukti berupa, paket hebat sabu yang sudah diberi nomor 1 untuk satu ons serta 2 untuk dua ons dengan total jumlah setengah ons sabu sisa pengiriman, jika dijual mencapai Rp 70 juta.

“Kita juga mengamankan handphone tersangka sebagai alat komunikasi untuk ke pengedar lainnya, uang Rp 450 ribu hasil penjualan dan timbangan elektrik,” rincinya.

Atas perbuatannya, kurir sekaligus menjadi pengedar tersebut digelandang beserta barang bukti hasil penangkapan ke Mapolres Jombang untuk menjalani proses hukum selanjutnya.

“Kasusnya ini nanti bakal kita lakukan pengembangan selanjutnya. Tersangka kita jerat dengan melanggar Pasal 114 ayat (1) Jo pasal 112 ayat (1) Undang-undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman kurungan maksimal 20 tahun atau seumur hidup penjara,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date