Serma Khudori Dimakamkan Secara Militer

Share this :

Jombang, koranmemo.com – Jenazah Sersan Mayor Mokhamad Khudori (37), Juru Mesin Udara II Pesawat Hercules C-130 A-1334 TNI AU yang jatuh di Wamena Papua Minggu (18/12) pagi, akhirnya tiba di rumah duka di Dusun Ponen Desa Pulogedang Kecamatan Tembelang, Senin (19/12) sekitar pukul 03.00 WIB, dari Lanud Abdulrachman Saleh.

Pengamatan di lokasi, peti jenazah terbalut bendera merah putih langsung disemayamkan dengan pengawalan dua anggota TNI AU bersenjata lengkap di rumah mertua Serma Khudori. Selang beberapa jam kemudian pasukan dari Kodim 0814/Jombang, Batalyon Kavaleri 8 Kostrad, Sat Radar 222 Kabuh, dan Polres Jombang mulai berdatangan untuk persiapan upacara pemakaman secara militer.

Tepat pukul 09.00 WIB, prosesi upacara pelepasan jenazah dimulai. Kepala Desa Pulogedang Eko Arianto mewakili pihak keluarga untuk menyerahkan jenazah Serma Khudori kepada kedinasan. “Mewakili keluarga, kami menyerahkan jenazah almarhum Bapak Khudori kepada kedinasan,” ujar Eko saat penyerahan jenazah kepada kedinasan untuk kemudian dilakukan upacara pemakaman secara militer.

Sementara Komandan Sat Radar 222 Kabuh, Letkol (Lek) Dwi Purnomo menjadi inspektur upacara, menerima serah terima jenazah Serma Khudori. “Pada hari ini Senin tanggal 19 Desember 2016, jenazah almarhum Serma Mokhamad Khudori NRP 527823 telah saya terima dari keluarga. Selanjutnya almarhum diberangkatkan menuju tempat pemakaman umum Pulogedang dan dimakamkan dengan upacara militer. Marilah kita hantarkan almarhum ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Dengan diiringi doa, semoga segala kesalahan dan kekhilafannya diampuni. Serta amalnya diterima Tuhan Yang Maha Esa,” kata Letkol Dwi Purnomo saat menerima jenazah dari keluarga.

Selanjutnya, peti jenazah dimasukkan ke ambulan Sat Radar 222 Kabuh untuk dibawa ke pemakaman umum Desa Pulogedang. Di lokasi pemakaman, regu Salvo sudah bersiap untuk pelaksanaan upaca pemakaman secara militer.

Dalam upacara singkat, inspektur upacara juga membacakan riwayat hidup dan kedinasan Serma Khudori. Setelah itu regu salvo melakukan tembakan ke udara mengiringi penurunan peti jenazah ke liang lahat. Selanjutnya bendera merah putih diserahkan kepada sang istri, Zuly Khoirotin Niswah (35).

Seperti diketahui, Serma Khudori menjadi korban kecelakaan Pesawat Hercules C-130 A-1334 TNI AU, di Gunung Tugima Wamena Papua, Minggu (18/12). Khudori yang gugur bersama 11 awak pesawat dan satu penumpang dinas, meninggalkan seorang istri bernama Zuly Khoirotin Niswah (35) dan dua orang anak masing-masing Alita (8) dan Arsaka (5). (ag)