Sering Banjir, DPRD Kota Blitar Sidak Jalan Mastrip

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Banjir yang kerap menggenangi Jalan Mastrip Blitar hingga kini masih saja terjadi ketika hujan deras. Sudah tiga tahun berlangsung, masalah belum juga terpecahkan.

Dewan pun sempat uring-uringan karena kerap menerima keluhan dari pengendara dan pedagang di sepanjang Jalan Mastrip. Pasalnya, setiap hujan deras 30 menit saja sudah bisa dipastikan jalanan tergenang air dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter.

“Permasalahan genangan air yang lambat surut di Jalan Mastrip memang sudah lama. Tetapi hingga kini belum ada solusi, padahal jalanan tersebut cukup padat lalu lintas,” kata Ridho Handoko, anggota Komisi III DPRD Kota Blitar, Jumat (03/01).

Dijelaskan, dewan merasa perlu duduk bersama dengan eksekutif untuk mencari formula yang pas agar masalah Jalan Mastrip bisa teratasi. Nah, sebagai tindaklanjutnya, kemarin Jumat (03/01) menggelar hearing dengan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang. Dengan harapan agar ada titik temu untuk mengatasi banjir.

“Harapannya setelah ada titik temu bisa ditindaklanjuti. Karena hampir setiap kali musim hujan selalu banjir. Kasihan pedagang yang berada di pinggir jalan,” kata politisi asal Demokrat ini.

Usai menggelar hearing, akhirnya dewan dan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang turun ke lapangan. Ini untuk mengetahui dengan gamblang dan menampung aspirasi dari pedagang yang selama ini terdampak. Dan setelah dilakukan pengecekan ada sedikit kejelasan untuk mencari solusi soal banjir.

Menurut Ridho, beberapa alternatif mengatasi banjir di Jalan Mastrip yakni dengan mengurangi pembatas di tengah jalan yang selama ini digunakan untuk taman. Pasalnya ketika banjir, air di sebelah utara kesulitan untuk mengalir ke selokan yang berada di sisi selatan.

“Itu bisa dikurangi. Karena ketika tidak lancar ke selokan sebelah selatan, air menggenang di sebelah utara atau depan toko-toko,”katanya.

Selain itu, kata Ridho untuk memperlancar air ke selokan bisa diatasi dengan memperlebar dan memperbanyak lubang saluran di selokan. Dengan begitu, air cepat untuk amblas ke selokan. “Ini masih pengamatan kami, mudah-mudahan dijadikan pertimbangan oleh eksekutif, ” kata Ridho.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga dan Sumberdaya Air, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Blitar, Joko Pramono mengatakan memang ada rencana untuk menambah jumlah lubang di selokan.

Dinas katanya juga bakal mengalokasikan anggaran sekitar Rp 400 juta untuk menambah jumlah titik lubang ke selokan. “Kalau untuk mengurangi atau membongkar taman di tengah jalan masih dilakukan pertimbangan. Karena itu fungsinya untuk menambah suasana asri di jalan. Kan ada bunga dan tanaman lain,” katanya.

Reporter Abdul Aziz Wahyudi
Editor Achmad Saichu