Serangan Hama Wereng, Petani Gagal Panen

Blitar,Koran Memo – Para petani di wilayah Kecamatan Selopuro yang dikenal sebagai sentra pertanian padi di wilayah Kabupaten Blitar tahun ini harus gigit jari. Mereka terancam gagal panen setelah tanaman padi seluas 500 hektare di wilayah itu diserang hama wereng sejak sepekan terakhir ini.

hama-werengPuncaknya, Minggu (17/5) pagi, sebagian petani nekat membabat tanaman padinya karena putus asa.Sebab, kalau dibiarkan terus dipelihara maka biayanya kian membesar dan dikhawatirkan tak sebanding dengan hasil panennya nanti.

“Tahun ini merupakan tahun yang sial bagi kami,bayangkan karena terkena serangan hama wereng ,kami merasa kian merugi kalau terus dirawat. Dari pada menunggu tak ada harapan, mending dibabat saja. Minimal, itu bisa dibuat makanan sapi,” tutur H Ashari (60), warga Desa Mandesan, yang memiliki lahan tanaman padi seluas 1 hektare.

Kerugian petani memang tergolong besar. Selain sudah rugi biaya tanam, juga waktu dan tenaga.Lebih-lebih, sebentar lagi akan puasa maka para petani terancam tak punya penghasilan yang bisa diharapkan untuk menghadapi lebaran.

Sementara itu Kepala Desa Mandesan Kecamatan Selopuro, Asharudin juga menjelaskan jika para petani di wilayahnya mengeluh akibat tanaman padinya diserang wereng. Serangan hama serupa terjadi di beberapa desa, di antaranya, Desa Mandesan, Desa Jambi Wangi, Desa Tegalrejo, Desa Mronjo, Desa Popoh, Desa Ploso, Desa Jatitengah, dan Desa Selopuro. “Rata-rata padi yang dihabiskan wereng itu sudah berumur dua bulan atau sekitar sebulan lagi sudah siap dipanen,” tuturnya.

Akibat dimakan hama wereng itu, papar dia, tanaman padi yang awalnya subur itu langsung daunnya menguning, kemudian mati.Meski sudah dibasmi dengan berbagai jenis obat hama wereng namun tak mampu mengatasinya.

Terpisah Ir Hari Budi, Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pertanian Kabupaten Blitar, mengatakan, pihaknya belum tahu masalah ini karena belum mendapat laporan dari petugas lapangan.(rif)

Follow Untuk Berita Up to Date