Seragam Batik SMPN di Jombang  Rp 500 Ribu, Wali Murid Mengeluh

Jombang, koranmemo.comBeberapa wali murid kalangan kurang mampu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Jombang, mengeluhkan mahalnya kain seragam batik untuk tahun ajaran baru ini. Sebab mereka masih harus merogoh kocek cukup dalam untuk menebus pembelian kain seragam batik, bahkan hampir mencapai setengah juta rupiah.

Wi (37) salah satu wali murid memberanikan diri untuk angkat bicara soal mahalnya kain seragam batik. Menurutnya, harga seragam batik di sekolah anaknya tersebut dinilai cukup mahal dan diwajibkan membeli seharga Rp 339 ribu sampai Rp 440 ribu untuk setiap 1 setel seragam, sesuai besar kecil ukuran (size, red) siswa. Harga tersebut belum termasuk ongkos jahit, sehingga para orang tua siswa harus menambah pengeluaran biaya sejumlah Rp 165 ribu.

“Kalau untuk seragam siswi putri ukuran L itu harganya Rp 420 ribu dan untuk yang ukuran XL hanya berupa kain saja kena Rp 447 ribu. Kalau bisa ya dimurahkan sedikit lah, kalau kalangan seperti saya yang kurang mampu ya masih keberatan,” ungkap wali murid SMP Negeri 2 Jombang, Rabu (12/9) siang.

Wali murid tersebut juga menambahkan, harga seragam batik ditentukan langsung oleh pihak sekolah. Kemudian, para wali murid diminta untuk menyepakati nilai harga untuk kain seragam sekolah tersebut.

“Memang waktu rapat itu kesepakatan bersama. Tapi waktu itu tidak ada sesi tanya jawab dan langsung diputuskan segitu,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh orang tua siswa lainnya berinisial N (33) asal Jombang Kota. Ia juga merasa sangat keberatan dengan mahalnya harga kain seragam batik yang dibandrol oleh pihak sekolah.

Meskipun mahal, Ibu dua anak itu mengaku pasrah dengan keputusan sekolah tersebut dan dirinya berharap ada keringanan bagi siswa yang kurang mampu. Selain itu, dalam pelunasan biaya seragam itu bisa dilakukan dengan cara dicicil secara bertahap sampai batas yang ditentukan oleh pihak sekolah maksimal bulan Agustus kemarin semua harus lunas.

“Ya keberatan sebenarnya.  Lha sudah ditentukan harganya segitu ya mau gimana lagi. Kalau yang ada ya langsung ditransfer. Kalau orang-orang biasa gini ya dicicil, cuman ya dibatasi bulan kemarin harus lunas semua beserta uang gedungnya,” tutupnya.

Reporter Agung Pamungkas

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date