Sepekan Pasca Bom Surabaya, Cek Pengamanan Gereja

Blitar, koranmemo.com –Tepat sepekan pasca bom bunuh diri meledak di 3 gereja di Surabaya, Polres Blitar meningkatkan keamanan di sejumlah gereja di Kabupaten Blitar, Minggu (19/5).  Penjagaan ini tidak hanya dilakukan oleh pihak kepolisian, namun juga dibantu oleh Pecalang, Banser, serta umat Hindu yang setiap ada ibadah di gereja saling bahu membahu untuk menjamin keamanan.

Pengamanan ini untuk mengantisipasi serangan susulan teror bom Surabaya, sekaligus pencegahan dini terhadap gangguan teroris. Penjagaan ini dilakukan di beberapa gereja diantaranya Gereja yang ada di ST Santo Paulus Wlingi dan Gereja Katolik Stasi Maria Fatima,Garum. Terlihat belasan polisi dan tentara bersenjatakan lengkap berjaga di pintu gerbang serta pintu masuk gereja.

Kapolres Blitar mengatakan sebenarnya pengecekan dan pengamanan gereja sudah menjadi kegiatan rutin bagi polisi. Hanya saja, dengan adanya peristiwa teror bom yang terjadi di tiga gereja di Surabaya, polisi semakin meningkatkan kewaspadaan. “Dengan adanya peristiwa itu kemananan kami tingkatkan,” ujarnya.

Menurutnya, semua Polsek jajaran di bawah Polres Blitar  langsung terjun ke lapangan. Anggota Polsek jajaran melakukan patroli keliling ke gereja-gereja.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Kalau melihat hal-hal yang mencurigakan di sekitar wilayahnya segera melapor ke polisi,” katanya.

Kapolres Blitar menginstruksikan jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama menjaga mako dan melakukan penjagaan gereja. Anggota yang melakukan penjagaan melibatkan semua unsur. Mulai unit sabhara, reskrim, intel dan jajaran polsek.

“Pengamanan terus dilakukan sampai kegiatan di gereja selesai. Tidak hanya hari ini namun akan terus dilakukan saat ada kegiatan, ” ungkapnya.

Reporter : Arief Juli Prabowo

Editor : Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date