Senpi Begal Truk di Trenggalek Ternyata Juga Digunakan untuk Merampok Emas 

Share this :

Trenggalek, Koranmemo.com – Petugas Kepolisian Resort Trenggalek menemukan fakta baru. Pistol jenis revolver kaliber 38 yang digunakan komplotan begal truk yang beraksi di wilayah Durenan Trenggalek juga digunakan untuk merampok toko emas. Dalam kasus ini petugas menyita dua pistol, yakni jenis revolver dan air softgun.

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S mengatakan, toko emas yang pernah dirampok pelaku adalah diwilayah Kecamatan Gununghalu Kabupaten Bandung Barat dengan jumlah dua kilogram emas dan enam kilogram emas di Ciputat Tangerang Selatan. Itu diketahui berdasarkan hasil pendalaman petugas.

“Jadi kami temukan ada dua (senjata), pertama airsoftgun dan senpi jenis revolver caliber 38,” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolres Trenggalek, Selasa (27/8). Sebelumnya petugas menyita airsoftgun dari komplotan begal truk di wilayah Kecamatan Durenan pada 31 Juli 2019.

Pistol yang diduga rakitan itu adalah milik Adit Lutvi (31) warga Sumatera Selatan. Sementara airsofgun yang sebelumnya diduga untuk mengancam Moh Erik Rikiawan (31) itu adalah milik Sumarno (48). Dalam kasus itu petugas mengamankan tiga pelaku dan masih memburu seorang penadah di wilayah Probolinggo.

“Tersangka lainnya yang kami amankan adalah HS (Heru Susanto) yang berperan menelfon korban dengan dalih membeli pasirnya. Sementara untuk yang masih DPO adalah penadah truk hasil jarahan. Termasuk untuk menodong korban dulu pakai revolver ini,” kata dia sembari menujukan senpi revolver kaliber 38.

Kapolres Trenggalek menyebut tengah mengembangkan kasus kepemilikan senpi itu. Menurutnya, Senpi itu diperolah oleh seseorang berinisial E asal Sumatera. Rencananya senpi itu akan dijual seharga Rp 7 juta setelah digunakan untuk melancarkan aksi. Dalam beraksi ia terbilang sadis.

“Senpi itu sendiri ditemukan dibusa belakang jok mobil. Ada 14 butir amunisi, milik tersangka AL (Adit Lutfi). Dia memang residivis,” jelasnya. Selain membawa truk korban, komplotan itu juga menyekap korban sebelum akhirnya berhasil meloloskan diri di wilayah Jawa Tengah.

Kanit Reserse Umum Satreskrim Polres Trenggalek, Ipda Daniel Napitupulu menyebut, terbongkarnya kepemilikan senpi itu setelah petugas menggeledah mobil pelaku pasca penangkapan. “Pelaku mengatakan apakah mobil ini boleh dipinjam pakai, dari situ kami curiga. Jadi ada dua mobil, semuanya rental. Ini yang di Magelang,” katanya.

Dalam melancarkan aksinya pelaku menggunakan mobil rental dari Lumajang dan Malang. Mereka diamankan petugas di wilayah Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang. Selain menangkap tiga pelaku, polisi juga telah mengamankan truk milik korban yang sudah di kanibal. “Untuk penadahnya dan kepemilikan senpi masih pengembangan,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetiya
Editor Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date