Sempat Diskors, DPRD Trenggalek Pastikan Pembahasan RAPBD 2020 Tak Molor

Trenggalek, Koranmemo.com – Tim pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2020 bekerja maraton. Ditargetkan RAPBD yang tengah dibahas Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Trenggalek rampung pada 25 November mendatang. Mereka mempunyai tenggat waktu seminggu lagi untuk menuntaskan pembahasan.

Wakil Ketua DPRD Trenggalek, Agus Cahyono mengatakan, saat ini pihaknya tengah membahas sisi belanja daerah. Pembahasan belanja daerah itu untuk menyelaraskan sejumlah perencanaan kegiatan organisasi perangkat daerah (OPD) pasca pengurangan dana transfer sebesar Rp 145 miliar dari pemerintah pusat.

“Sebetulnya pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 sudah matang dengan target RAPBD tidak terlalu bertele-tele pembahasannya. Lha ternyata ada pengurangan dana transfer, inilah yang membuat kita harus membahas kembali,” kata Agus seusai memimpin rapat Banggar bersama TAPD, Senin (18/11).

Kalangan legislatif bersama eksekutif memastikan telah memetakan anggaran kegiatan skala prioritas. Hampir semua kegiatan yang sebelumnya telah disusun OPD mendapatkan pengurangan. “Kecuali yang benar-benar prioritas. Kita tunda dulu beberapa kegiatan yang dinilai belum perlu, seperti pembangunan atau renovasi gedung selama masih layak kita tunda dulu,” imbuhnya.

Senada diungkapkan Wakil Ketua DPRD Trenggalek lainnya, Doding Rahmadi. Pemangkasan anggaran kegiatan OPD di tahun 2020 bukan tak berdasar. “Jadi enggak asal coret saja. Tiap dinas (pemangkasan) anggaran tidaklah sama, kami utamakan yang prioritas untuk rakyat,” katanya sembari memberikan gambaran pemotongan anggaran kegiatan.

Saat ini, lanjut Doding pihaknya tengah membahas soal sisi belanja daerah setelah sebelumnya menuntaskan pembahasan soal pendapatan daerah. Pihaknya memastikan pengesahan RAPBD tahun 2020 tak akan molor meskipun rapat Banggar dan TAPD menuai kendala. “Memang hari ini rapat di skors (ditunda) karena sesuatu. Tidak mempengaruhi hasil, nanti 25 November disahkan,” pungkasnya. (adv/DPRD Trenggalek)

Reporter Angga Prasetiya
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date