Sempat Ancam Pemilik Saat Melapor, Petualangan Sindikat Penggelapan Mobil Rental Berakhir

Share this :

Trenggalek, Koranmemo.com – Kepolisian Resort Trenggalek membongkar jaringan spesialis penggelapan mobil rental. Polisi mengamankan sepuluh mobil rental hasil jarahan dan mengamankan empat tersangka. Polisi juga tengah memburu enam tersangka lainnya dan telah menetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO). Empat tersangka yang diamankan merupakan otak penggelapan, perantara hingga penadah.

Kapolres Trenggalek, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, enam tersangka ini merupakan satu sindikat dengan tersangka yang telah diamankan. Mereka dianggap bertanggung jawab terhadap belasan mobil yang dilaporkan digelapkan. “Untuk barang bukti yang kami sita ada sepuluh mobil, yang tujuh masih dalam pencarian,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (14/5).

Komplotan ini beraksi di wilayah Trenggalek. Mereka telah melancarkan aksinya selama enam hingga tujuh bulan. Aksi ini didalangi oleh Anggodo (36) warga Trenggalek. Dia diduga sebagai otak yang membawahi sembilan tersangka lainnya. “Empat tersangka telah kami amankan, sementara enam lainnya masih buronan. Belasan mobil ini dari laporan dua korban,” imbuhnya.

Dalam melancarkan aksinya, Anggodo membagi tugas bersama sembilan teman lainnya. Menurut pengakuan tersangka, lanjut Jean, aksi penggelapan ini dipicu soal utang piutang sebesar ratusan juta. Dia merekrut komplotannya dengan iming-iming memberikan uang tiap kali berhasil menggadaikan mobil. “Ada imbalan yang diberikan (dari Anggodo). Mereka saling mengenal,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, selama beraksi Anggodo meraup keuntungan berkisar Rp 500 hingga Rp 600 juta. Mereka menyewa mobil belasan pengusaha rental itu untuk kemudian digadaikan lewat perantara Eko Sugeng Waluyo. Selanjutnya, oleh Eko diserahkan kepada Surahmad dan Sujito dengan sistem gadai. “Jadi gali lubang tutup lubang,” kata Jean.

Jean menyebut, kedok sindikat itu terbongkar pasca setoran mobil kepada dua pengusaha rental yang juga warga Trenggalek itu macet. Awalnya Anggodo membayar sewa kepada dua pengusaha rental itu dengan sistem harian hingga bulanan, mulai biaya sewa ratusan ribu hingga jutaan rupiah. “Namun lambat laun kedok mereka terbongkar, karena tiap kali ditagih (biaya sewa) selalu mengelak,” jelasnya.

Lantaran tak ada itikad baik pasca mediasi, dua pengusaha rental mobil itu menempuh jalur hukum. Namun upaya mereka tak sepenuhnya berjalan mulus lantaran para pelaku mengancam korban agar tidak melapor. Komplotan itu meminta uang tebusan Rp 10 juta jika mobilnya ingin kembali. “Akhirnya kami amankan pelaku saat hendak terjadi transaksi,” pungkasnya.

Polisi masih memburu enam tersangka lainnya, untuk mengungkap keberadaan tujuh mobil tersebut. Jenis mobil yang digadai bervariasi, rata-rata adalah jenis mobil minibus. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya mereka dijerat pasal 378 dan atau pasal 372 KUHP. “Kami himbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap segala tindak kejahatan,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetiya
Editor Achmad Saichu