Semarakkan HUT RI,  Polisi Jadi Spidermen dan Jendral Soedirman Hebohkan Malang

Malang, koranmemo.com – Ada pemandangan unik dan berbeda saat pagi hari ketika berada di jalan kawasan Singosari, Kabupaten Malang. Bukan polisi atau pak ogah yang menyebrangkan pelajar tiap pagi hari, namun ini lain dari biasanya.Pasalnya ada sosok Panglima Besar Jendral Sudirman dan tokoh marvel yaitu Spiderman.

Sontak aksi kedua tokoh ini bertugas menyebrangkan pelajar tersebut menjadi sorotan, bahkan viral di media sosial. Setelah ditelusuri, keduanya ternyata polisi yang berdinas di Satlantas Polres Malang.

Yang mengenakan kostum Panglima Besar Jenderal Sudirman yakni Aiptu Umar Kiswoyo. Sementara di balik tokoh Spiderman yakni Aipda Nova Hanta. Sehari-harinya, mereka memberikan pelayanan di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Singosari.

Keviralan kedua anggota polisi ini terlihat saat ada di Facebook Aliffadholi di sebuah grup komunitas. Postingan tersebut telah disukai 4.252 warganet. Tak hanya itu, ribuan netizen juga turut membanjiri kolom komentar.

Tak hanya di jalan, semangat Hari Kemerdekaan RI juga ditunjukkan petugas Satlantas Polres Malang dengan mengenakan seragam para pejuang. Pemandangan itu bisa terlihat di layanan Satpas Singosari, Kabupaten Malang.

Mulai pos penjagaan, bagian pendaftaran, pengolah berkas data, petugas foto, petugas ujian teori hingga praktik. Semuanya mengenakan pakiaan pahlawan. Tak sedikit pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) menganggap polisi yang bertugas adalah peserta karnaval.

“Bagus pelayanannya, apalagi ditambah pakai baju pejuang, lebih familiar. Sering-sering polisi seperti ini agar lebih nyaman dan bersahabat,” kata Novianto, warga yang sedang mengantri untuk praktik pembuatan SIM di Satpas Singosari.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Malang, AKP William Thamrin Simatupang menuturkan, dengan mengenakan baju pejuang pihaknya ingin merefleksikan perjuangan para pahlawan ketika merebut kemerdekaan Indonesia. Baik kepada masyarakat maupun anggota Polri sendiri.

Dengan semangat patriotisme, pihaknya ingin menunjukkan adanya transparansi pelayanan sekaligus pengabdian yang tulus dari anggota.

“Kegiatan ini, juga sebagai upaya konkret kepolisian untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat agar lebih humanis. Selain itu juga menghilangkan stigma di masyarakat yang menganggap polisi itu menyeramkan,” jelasnya.

Sebab menurutnya sosok polisi yang menyeramkan tidak ada. Justru polisi itu humanis, bisa berbaur dengan masyarakat.

Reporter Arief juli prabowo
Editor Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date