Selfie Berujung Maut

Bergaya Terjun Bebas Dari Atas Jembatan

Ngawi, Koran Memo – Jasad pelajar masih duduk di bangku kelas VII SMP PGRI Widodaren, Kabupaten Ngawi, Akbar Putro Riyadi (16) ditemukan mengapung di sungai Bengawan Solo, tepatnya di Desa/Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi Minggu (14/2) sekitar pukul 06.00 WIB.

Petugas saat melakukan evakuasi terhadap jasad korban dilokasi kejadian, kemarin (14/2).
Petugas saat melakukan evakuasi terhadap jasad korban dilokasi kejadian, kemarin (14/2).

Akbar menemui ajalnya setelah melakukan aksi berfoto selfie sambil terjun dari jembatan Payak di Dusun Gendingan Lor, Desa Gendingan, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jumat (12/2) lalu.

Mayat Akbar yang tinggal di Dusun Gendingan Kidul, Desa Gendingan, Kecamatan Widodaren ini pertama kali ditemukan oleh Jumani (40) warga setempat. Kondisi jasad korban sudah membusuk.

“Korban bernama Akbar Putro Riyadi yang hilang terseret arus Bengawan Solo dua hari sebelumnya. Setelah dilakukan olah TKP, langsung kita kirim ke RSUD dr Soeroto Ngawi untuk di outopsi,” kata Kapolsek Pitu AKP Suparman, Minggu (14/2).

Peristiwa bermula pada Jumat (12/02) lalu, korban sedang bermain bersama pacar dan empat rekannya yang lain. Layaknya anak seusianya, mereka bermain-main sambil sesekali berlagak selfie (mengambil foto diri) di sekitar jembatan Payak.

Namun cara yang melakukan tergolong ekstrem. Akbar melakukan aksi terjun bebas dari atas jembatan. Saat itu, korban bersama dua rekanya mengambil posisi diatas jembatan. Sedangkan pacarnya bersama dua rekanya berada dibawah atau dipinggir aliran Bengawan Solo.

Aksi pertama dan kedua yang dilakukan bersama rekannya, Adi Imam Alfianto (15) berjalan sukses. Tetapi pada aksi ketiga, penerjunan korban gagal, lantaran terseret derasnya arus sungai Bengawan Solo. Melihat hal itu, Andi berusaha memberikan pertolongan dengan menarik tangan Akbar. Namun beberapa kali uapaya Andi tetap gagal, hingga tubuh akbar hanyut terseret arus.

Sampai berita ini diturunkan, Sudirman (64), Mariyati (50), orangtua Akbar masih terlihat shock mengetahui putra bungsu dari sembilan anaknya meninggal dunia dengan cara tragis. Setelah di outopsi di RSUD dr Soeroto Ngawi, jenazah korban langsung dibawa pulang untuk dimakamkan di TPU dekat rumah duka di Desa Gendingan. (dik/jur)

Follow Untuk Berita Up to Date