Selama KBM Daring, Siswa SMA di Kediri Dapat Bantuan Kuota Internet Rp 25.000 – Rp 50.000

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Sampai saat ini, pembelajaran melalui sistem dalam jaringan (daring) atau pelajaran jarak jauh (PJJ) masih diterapkan, tak terkecuali bagi siswa SMA sederajat di Kabupaten maupun Kota Kediri. Dengan demikian siswa memerlukan kuota internet untuk mengakses materi dan tugas dari guru mata pelajaran (mapel) masing-masing.

Seperti yang diketahui bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim memperbolehkan sekolah memberikan bantuan kuota internet kepada siswa. Dalam hal ini, pengadaan diperbolehkan melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, statemen tersebut masih belum cukup meyakinkan kepala sekolah untuk pengadaan kuota internet dari dana BOS. Akhirnya, dari 47 SMA Negeri dan swasta di Kediri, hanya 21 sekolah atau sekitar 45 persen yang sudah memberikan bantuan kuota internet kepada siswanya.

Kasi SMA dan PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur wilayah Kabupaten dan Kota Kediri, Chairul Effendi menjelaskan, Cabdindik terus berkoordinasi supaya pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) berjalan sebaik mungkin.

“Untuk data sementara sekolah yang sudah memberikan bantuan kuota internet, pada Rabu (2/9) sampai pukul 13.00 WIB, dari 20 SMA Negeri dan swasta di Kota Kediri yang memberi bantuan ada 7 sekolah. Sedangkan 27 sekolah di Kabupaten Kediri, yang memberi bantuan ada 14 sekolah,” jelasnya, Rabu (2/9).

Menurut Chairul, pemberian bantuan ini hampir bersamaan dengan Provinsi Jawa Timur. Pada akhir Agustus 2020, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan pemberian bantuan kuota internet dengan menggandeng salah satu provider. Bahkan, dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga akan diberikan pada September ini.

Namun, untuk sekolah yang sudah memberikan bantuan kuota internet, kata Chairul, besarnya tidak sama. Karena, pemberian bantuan menyesuaikan kemampuan sekolah masing-masing. “Dari informasi yang saya peroleh, untuk besaran bantuan yang diberikan antara Rp 25.000 sampai Rp 50.000,” pungkasnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Achmad Saichu