Sekolah Diminta Perhatikan Pendaftaran LTPMT

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur wilayah Kabupaten dan Kota Kediri meminta lembaga pendidikan jenjang sekolah menengah atas (SMA) sederajat, tidak hanya memperhatikan pendaftaran data siswa untuk Ujian Nasional (UN). Karena, siswa kelas XII juga harus mempersiapkan diri untuk mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Kasi SMK Cabdindik Provinsi Jawa Timur wilayah Kediri, Sidik Purnomo menjelaskan, untuk bisa mengikuti UTBK, pihak sekolah harus mempunyai Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). “PDSS ini merupakan basis data yang berisikan rekam jejak kinerja sekolah dan nilai rapor siswa,” jelasnya, Minggu (5/1).

Pada rekam jejak kinerja sekolah ini, PDSS mengakomodasi dua kurikulum yaitu kurikulum nasional 2006 KTSP dan kurikulum 2013 (K13). Jika sekolahbtidak menggunakan Kurikulum nasional, maka sekolah tersebut tidak bisa bahkan tidak diperbolehkan mendaftar PDSS.

“Itu sebagai salah satu persyaratan, sedangkan untuk tahun ajaran tingkat yang sama, PDSS mengakomodasi perbedaan kurikulum antara semester ganjil dan semester genap. Pengisian PDSS dilakukan oleh sekolah dan kebenaran data yang diisikan menjadi tanggung jawab kepala sekolah,” imbuhnya.

Tanggung jawab sekolah tidak berhenti pada penyusunan PDSS, sekolah mempunyai tanggung jawab untuk pemeringkatan siswa. Pemeringkatan siswa dilakukan dengan memperhitungkan nilai mata pelajaran sesuai jurusan siswa di sekolah masing-masing. Untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), ada enam mata pelajaran (mapel) yang dinilai yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa lnggris, Kimia, Fisika, dan Biologi.

Pada jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), kata Sidik, yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa lnggris, Sosiologi, Ekonomi, dan Geografi. “Mapel wajib adalah Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Jika sekolah jurusan Bahasa, setelah tiga mapel itu ada penilaian Sastra Indonesia, Antropologi, dan salah satu Bahasa Asing. Sedangkan SMK, meliputi tiga mapel tadi dan Kompetensi Keahlian (Teori Kejuruan dan Praktik Kejuruan),” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, sekolah dapat menambahkan kriteria lain berupa prestasi akademik dalam menentukan peringkat siswa, jika ada nilai dengan hasil yang sama. Untuk jumlah siswa yang masuk dalam pemeringkatan, disesuaikan dengan ketentuan kuota akreditasi sekolah.

Sidik mengatakan, dalam prosesnya sudah ada sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) jalur SNMPTN tahun 2020/2021, dan siswa juga diwajibkan mempunyai akun Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). “Hal ini penting untuk diketahui calon peserta SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN 2020,yaitu diterapkannya kebijakan Single Sign On (SSO) yang merupakan tahap awal dari pendaftaran SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN 2020. Registrasi akun melalui laman https://portal.ltmp t.ac.id. dan kami sudah menyampaikan melalui sosialisasi,” ucapnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Della Cahaya Praditasari

Follow Untuk Berita Up to Date