Sebulan Tangkap 22 Pengedar Sabu, Polisi Incar Bandar

Share this :

Tulungagung, koranmemo.com – Polres Tulungagung melakukan rilis hasil tangkapan narkotika selama satu bulan terakhir. Hasilnya 22 pengedar sabu berhasil ditangkap dengan barang bukti 12,8 gram. Kini polisi mengejar bandar sabu tersebut yang diduga berasal dari tiga jaringan besar.

Peredaran narkotika jenis sabu – sabu di Kabupaten Tulungagung masih tinggi. Setelah satu bulan lalu menangkap 19 pengedar dengan barang bukti 5 gram lebih, satu bulan ini Polres setempat kembali menangkap 22 pengedar sabu – sabu dengan 12,8 gram barang bukti diamankan.

“Saya kira tidak hanya di Tulungagung, di daerah lain peredaran narkotika juga masih sangat tinggi. Itulah kenapa dalam rilis ini kami mengundang unsur Forkompinda Tulungagung serta BNN untuk bersama – sama memberantas barang haram ini,” ujar Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia di Mapolres, Kamis (20/2).

22 pengedar yang ditangkap, 6 diantaranya adalah residivis. Sedangkan, barang bukti terbesar didapatkan dari, Mujiono (38) warga Desa Mojoarum Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung dengan barang bukti 2,24 gram sabu – sabu. Serta, 2,35 gram sabu – sabu didapatkan dari Agil Prastama (25) warga Desa Sawo Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung.

“Hasil penyelidikan sementara menunjukkan dari tiga jaringan yang berbeda. Tentu akan terus kami dalami, agar bandar narkotika bisa segera kami bekuk,” jelas Kapolres.

Selain puluhan pengedar narkotika, Polres Tulungagung juga mengamankan belasan pengedar pil dobel L. Total, ada 37 kasus, dengan 19 kasus peredaran narkotika jenis sabu – sabu, dan 18 kasus peredadan obat – obatan terlarang.

“Kami juga meminta seluruh masyarakat untuk saling mengingatkan agar tidak mengkonsumsi narkotika dalam jenis apapun. Jika tidak ada yang mengkonsumsi, tentu peredarannya tidak akan terjadi,” tandas Pandia.

Reporter Zayyin multazam sukri
Editor Achmad Saichu