Sebanyak 267 Warga Kabupaten Madiun Meninggal Akibat HIV/AIDS

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Madiun kurun waktu Oktober 2002 sampai dengan Oktober 2020 mencapai 873 kasus di Kabupaten Madiun dan 267 meninggal.

“Tahun 2020 ini mengalami penambahan 68 HIV, 5 AIDS dan 11 meninggal,” ujar Sekretaris Komisi Penanggulangam AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Madiun Lenny D. Ambarsari, Jumat (23/10).

Dia mengatakan, penderita HIV/AIDS (ODHA) rata-rata didominasi masyarakat usia produktif antara usia 31-45 tahun.

Berdasarkan profesi, 55 persen dari jumlah merupakan swasta maupun wiraswasta hal ini disebabkan karena tingginya mobilitas dari kota satu dengan yang lain. Dan tingkat kedua diduduki profesi ibu rumah tangga (IRT) sebesar 20 persen.

“Kita temukan setelah konseling kebanyakan mereka bekerja diluar kota atau luar negeri, mereka ‘jajan’ di sana dan pulang membawa penyakit bukan karena lokasi prostitusi seperti yang telah banyak ditutup oleh Pemkab Madiun. Untuk IRT sebagian besar karena mereka ‘nyambi’ istilahnya,” ungkapnya.

Selama ini, KPAD Kabupaten Madiun lebih tekankan pada pendampingan seandainya menemukan satu kasus akan langsung cek pasangan serta anak yang dibawah 17 tahun.

“Karena penyakit HIV penularannya prioritas tertinggi di Kabupaten Madiun masih heteroseksual,” ujarnya.

Terkendalinya tingkat kematian, tambahnya, dapat dicapai ketika menemukan kasus sejak stadium awal dan langsung diobati.
Dengan rutin diobati antiretroviral (ARV) seumur hidup, maka daya tahan tubuh tetap stabil.

Reporter: Juremi
Editor: Della Cahaya