Satu TKA Terancam Deportasi

Jombang, koranmemo.com – Satu dari empat tenaga kerja asing (TKA) yang terjaring dalam razia tim pengawasan orang asing (PORA), Kamis (19/1), terancam deportasi karena menyalahi aturan keimigrasian setelah menjalani proses pemeriksaan di Kantor Imigrasi Klas III Kediri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jombang, Heru Widjajanto mengatakan, dari empat warga negara asing tersebut, yakni warga negara Korea terancam deportasi lantaran adanya ketidaksesuaian KITAS (kartu ijin tinggal terbatas).Sedangkan warga India dibebaskan karena memiliki dokumen lengkap. “Untuk dua warga negara Cina masih dalam proses pendalaman di Imigrasi,” tutur Heru kepada Koran Memo, Jumat (20/1) sekitar pukul 10.36 WIB.

Selain itu, kata Heru, warga asing asal Korea dan Cina juga tidak terdaftar di Disnaker. “Tidak ada yang mendaftarkan diri. Tidak ada IMTA (ijin mempekerjakan tenaga kerja asing) juga,” imbuhnya.

Sementara, terkait rencana deportasi, pernyataan berbeda dilontarakan Kepala Sub Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Klas III Kediri, Angga Mahardika. Menurutnya, baik warga negara Korea maupun Cina, saat ini masih dalam proses pendalaman.“Untuk itu (rencana deportasi), belum ada. Warga negara India sudah kita perbolehkan beraktivitas seperti semula karena dokumen dan izin tinggalnya sudah lengkap. Sedangkan untuk tiga WNA lainnya masih kita lakukan pendalaman dalam pemeriksaan di sini (Imigrasi),”ujarnya saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Jumat (20/1) sekitar pukul 11.25 WIB.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim pengawasan orang asing (PORA) terdiri dari Imigrasi Klas III Kediri, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Polisi Pamong Praja Pemerintah Kabupaten Jombang, Polri dan TNI menggelar razia ke sejumlah perusahaan untuk mencari tenaga kerja asing (TKA) yang menyalahi aturan keimigrasian, Kamis (19/1). Hasilnya, petugas mengamankan empat TKA terdiri dari Kim Byung Sam warga Korea, Lin Xuan Mao dan Zhuang Heping warga Cina serta TKA berkebangsaan India bernama Krishnasamy Manikandan. (ag)