Satu Meninggal, 361 Jemaah Haji Tiba di Kota Kediri

Share this :

Kediri, Koranmemo.com – Suasana haru menyelimuti kedatangan ratusan jemaah haji di aula Al- Muktamar Ponpes Lirboyo Kota Kediri, Jumat (8/9) sore. Sebanyak 361 jemaah haji asal Kota Kediri ini tiba di tanah air, sejak keberangkatannya menunaikan rukun islam ke lima 27 Juli 2017 lalu.

Tercatat, dari 362 jemaah asal Kota Kediri, satu diantaranya meninggal dunia akibat menderita penyakit stroke. Informasi yang dihimpun, satu jemaah yakni Anwar (77) warga Jalan Kapten Tendean no 10 RT 07/RW 03 Kelurahan Tosaren Kecamatan Pesantren Kota Kediri meninggal dunia dan dimakamkan di Mekah setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit setempat.

Pantauan Koranmemo.com, ratusan keluarga sudah menunggu kedatangan sanak saudaranya di pelataran aula sejak pagi. Isak tangis haru mewarnai suka cita ketika ratusan jemaah haji turun dari 8 bus. Nampak keceriaan wajah jemaah haji lantaran telah menyempurnakan salah satu ibadah, yang diwajibkan bagi orang yang mampu.

Abdul Basit, Humas Kemenag Kota Kediri membenarkan terdapat satu jemaah yang meninggal dunia karena sakit strok.  Namun dia menyebut, jika satu jemaah itu meninggal dunia setelah menyempurnakan ibadah hajinya. “Setelah menunaikan ibadah, beliau drop. Senin (4/9) lalu sekitar pukul 10.00 waktu Arab Saudi, dia meninggal dunia di tanah suci,” jelasnya.

Selain satu jemaah yang meninggal dunia, dua jemaah diantaranya juga mengalami drop dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat. Dua jemaah itu adalah Sigit Waluyo (62) warga RT 01/RW 09 Kelurahan Ngadisimo Kota Kediri mengalami sakit strok dan satunya yakni Koesno (75) warga RT 04/RW 02 Kelurahan Singonegaran Kota Kediri menderita penyakit diabetes.

“Jumlah total 363 jemaah, satu tidak jadi berangkat karena sakit ginjal. Kalau keseluruhan termasuk pendamping, tim medis, dan lain-lain ada 365 orang. Jadi ada tiga jemaah yang mendapatkan perawatan di rumah sakit. Yang lain alhamdulillah dari satu kloter ini lancar, meskipun suhu di sana sangat panas sekali hingga sekian derajat,” imbuhnya.

Disinggung mengenai antisipasi adanya wabah yang mungkin terjangkit kepada jemaah asal Kota Kediri, dia memaparkan jika sebelum keberangkatan dan setelah kembali ke tanah air sudah menjalani tes kesehatan ketika di asrama haji Surabaya. Jika nantinya ditemukan wabah yang terindikasi di jamaah tersebut, maka diwajibkan untuk menjalani karantina sebelum di perbolehkan pulang. “Jadi memang steril. Alhamdulillah tahun ini lancar. Wabahnya juga tidak separah tahun lalu,” tegasnya.

Sementara, Agus DS salah satu jemaah haji asal Kelurahan Burengan Kecamatan Pesantren Kota Kediri mengaku sangat bersyukur tiba di tanah air. Menurutnya banyak pengalaman dan pelajaran yang tak dapat dilupakan selama dia mengikuti ibadah haji. “Banyak sekali hikmah yang dapat dipetik selama menjalankan ibadah haji,” ujarnya usai turun dari bus 7 sembari memeluk kedua anaknya yang sudah menunggunya.

Pria berumur 56 tahun ini bersama istrinya Umi Kulsum meninggalkan empat anaknya untuk menunaikan ibadah haji. Tiada kata selain ucapan syukur yang terus dia panjatkan ketika pertama kali menginjakkan kaki di Kota Kediri setelah sebelumnya meninggalkan keluarga untuk menunaikan ibadah haji. “Alhamdulillah,” hanya kata itu yang terucap dari Agus.

Sebelum jemaah haji meninggalkan aula dan kembali ke rumah, ratusan jemaah haji doa bersama di aula Al-Muktamar Ponpes Lirboyo sebagai wujud syukur atas keselamatan dan kesehatan selama menjalankan ibadah haji.

Reporter: Angga Prasetya

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.