Satu Lagi Klaster Baru di Ponorogo Positif Covid-19, Orangtua Dirapid Tes

Share this :

Ponorogo, koranmemo.com – Setelah gempar klaster dari Sukolilo, warga Ponorogo kini dihebohkan dengan munculnya klaster baru di Ponorogo. Ini setelah 1 warga Kecamatan Sampung terkonfirmasi positif Covid-19 ( Virus Corona).

Dari informasi yang berhasil dihimpun, pasien wanita berusia 23 tahun ini sebelumnya merupakan Pasien Dalam Pengawasan ( PDP ) yang melakukan isolasi mandiri sejak 11 April lalu dengan keluhan batuk dan pilek. Ia diketahui terpapar virus corona usai melakukan perjalanan dari Jakarta.

Dengan bertambahnya satu kasus positif Corona ini, kini Ponorogo memiliki 9 pasien positif corona, dengan rincian 8 pasien dari Klaster Sukolilo dan 1 dari Klaster Jakarta. Sementara hingga saat ini baru 1 pasien yang dinyatakan sembuh.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni membenarkan hal ini. Ia mengatakan selama 14 hari isolasi mandiri, yang bersangkutan diklaim disiplin dalam menjalankan prosedur isolasi mandiri. Lebih jauh ia mengungkapkan pada 12 April pihaknya melakukan pengambilan swab dan dikirim ke litbangkes Jakarta, hasil lab sendiri baru keluar siang tadi dan dinyatakan positif Covid-19. ” Benar Hari ini ada yang positif 1 orang bukan dari klaster sukolilo. Dia warga Ringin Putih Sampung, perempuan. Datang dari Jakarta tanggal 11 April. Di rontgen hasilnya biasa. Tanggal 12 april kita swab. Selama datang dia tidak bertemu siapa-siapa dan langsung melakukan isolasi mandiri,” ujarnya, Jumat (24/4).

Ipong mengungkapkan, usai dijemput di rumahnya sore tadi,  yang bersangkutan langsung dibawa ke RSU Asiyah yang merupakan salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Ponorogo. Pihaknya pun berencana akan melakukan rapid tes terhadap sejumlah anggota keluarga pasien ini.” Ortunya besuk kita rapid test,” ungkapnya.

Disisi lain, pihaknya langsung melakukan tracing kontak erat. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan warga melakukan kontak erat dengan yang bersangkutan. Pasalnya terendus kabar, pada 23 April kemarin yang bersangkutan diduga kuat melakukan kegiatan megengan dan tarawih berjamaah di masjid sekitar rumahnya. ” Selama ini yang bersangkutan disiplin isolasi di rumah, Tapi nanti kita cek lagi info tersebut. Ya yang bersangkutan akan diobati. Dijaga agar tidak ketemu siapa-siapa dulu,” tegasnya.

Reporter Zainul Rohman

Editor Achmad Saichu