Satu Korban Air Bah Ditemukan, Dua Lainnya Dalam Pencarian

Outbond Pelajar MTs Bani Tanpa Izin 

Madiun, Koranmemo.com– Satu korban air bah yang menimpa pelajar MTs Bani Bani’Ali Mursyad, Desa Kerik Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan bernama Ma’arif Sachaf (13) ditemukan mengapung di Kali Madiun, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Selasa (11//4) pagi.

Namun dua korban lainnya belum ditemukan, yakni Gandi (13) dan Ramadhani (14) kini masih dalam pencarian Tim Gabungan. Dengan demikian sudah 4 korban dari 6 pelajar yang dinyatakan hanyut telah ditemukan. Tiga lainnya sudah ditemukan sesaat setelah kejadian yakni Hasmi (14), Ahsan Nurfuad (14) dan Adliyan (13).

Keterangan diperoleh Koranmemo.com kegiatan outbond pelajar MTs Bani’Ali Mursyad, Desa Kerik Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan ke objek wisata sejarah Monumen Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, ternyata tidak ada pemberitahuan ke Kepolisian maupun pemerintah desa setempat.

Mereka, mengetahui keberadaan para siswa-siswi tersebut, pasca tewasnya enam siswa akibat terseret banjir bandang saat mandi di Kali Catur, Wana Wisata Grape.

Kapolsek Wungu AKP Nuryadi mengatakan, kedatangan rombongan siswa-siswi yang berjumlah 128 anak dan 10 pendamping tidak ada pemberitahuan.

“Padahal, untuk mengadakan kegiatan di lokasi wisata tersebut, setidaknya harus membuat laporan minimal 1 x 24 jam sebelum hari H. Dan bisa dilakukan via phone. Sehingga bisa menjadi dasar kami untuk pengamanan,’’ jelasnya.

Dijelaskan, sekitar pukul 12.00 WIB, rombonga pelajar MTs Bani itu meninggalkan lokasi outbond monumen Kresek. Namun, di tengah perjalanan, mereka menyempatkan diri untuk singgah salat Dhuhur di masjid An Nur Desa Kresek.

Selanjutnya, rombongan melanjutkan perjalanan ke wana wisata grape untuk istirahat dan makan siang. “Sekitar pukul 13.30 WIB, petugas yang patroli di grape baru laporan ada kejadian siswa tenggelam. Kami langsung meluncur,’’ jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kresek, Karmin mengaku pihak Pemdes Kresek selaku pengelola tidak mendapatkan laporan pemberitahuan dari penanggung jawab kegiatan outbond. “Harusnya satu minggu sebelumnya ada pemberitahuan kegiatan dengan tembusan Polsek Wungu,” katanya.

Sebelum kejadiaan naas tersebut, pihak pengelola Wisata Grape sudah memperingatkan agar para siswa utidak turun ke sungai. Mengingat, kondisi cuaca di daerah yang berada di atas lokasi wisata alam tersebut sedang tidak bersahabat.

‘’Ini bukan semata-mata keteledoran pihak pengelola, karena sudah ada peringatan sebelumnya. Tapi, para siswa masih nekat,’’ ungkapnya diamini ketua pengelola Wana Wisata Grape Ageng Siswoyo.

Diketahui, dalam musibah banjir bandang di Kali Catur, enam siswa MTs Bani tewas terseret arus sungai.

Reporter : Juremi

Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.