Satu Kades Terpilih di Trenggalek Tak Jadi Dilantik

Share this :

Trenggalek, koranmemo.comRatusan kepala desa (Kades) terpilih peserta Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 9 Februari lalu akan segera dilantik. Pelantikan rencananya akan dilakukan pada 19 April mendatang setelah penyelenggaraan Pemilu. Kendati demikian, tak sepenuhnya Kades terpilih dari 132 desa peserta Pilkades dapat dilantik. Sebab terdapat satu Kades terpilih meninggal dunia sebelum pelantikan.

Joko Wasono, pelaksana tugas (plt) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinas PMD) Kabupaten Trenggalek mengatakan, tengah merumuskan kajian untuk menentukan langkah yang akan diambil. Pasalnya Kades terpilih yang meninggal dunia itu juga masih menjabat sebagai Kades aktif atau definitif. Kades yang berhalangan tetap itu adalah Sunarti, Kades definitif sekaligus terpilih di Desa Nglinggis Kecamatan Tugu karena tutup usia, Jumat (29/3).

“Ini dilematis. Satu sisi dia itu kepala desa yang masih definitif, sisi lain dia (Kades Nglinggis,red) sudah Pilkades (terpilih,red). Maka dari itu nanti akan kami bicarakan. Karena beliau berada di dua sisi,” ujarnya, ketika dikonfirmasi Jumat (29/3) merespon adanya kades definitif terpilih yang meninggal dunia sebelum pelantikan.

Merujuk ketentuan, lanjut Joko, nantinya jabatan yang ditinggalkannya akan diisi oleh pejabat (Pj) dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Nantinya Pj itu akan mengisi jabatan yang ditinggalkan hingga 2021 mendatang, hingga pelaksanaan Pilkades tahap berikutnya.

Meskipun dinyatakan menang dari jumlah surat suara, namun tahapan pelantikan belum dilakukan sehingga dianggap belum dapat menentukan Kades terpilih.

“Sebelum pelantikan saya akan rapat koordinasi, namun aturannya Pj. Ini dianggap dalam Pilkades (Desa Nglinggis,red) ini tidak bisa menetapkan Kades terpilih. Tentu saja pemilihan ini akan dilakukan pada tahapan berikutnya. Nanti (diisi Pj,red) sampai tahun 2021, sampai pemilihan bareng-bareng lagi,” kata Joko.

Joko menyebut terdapat ketentuan dalam pengisian Pj sehingga tidak serta-merta dapat dilakukan. Pasalnya terdapat perbedaan berdasarkan rentan masa jabatan yang ditinggalkan Kades definitif. Namun dalam hal ini, lanjut Joko, Pj nanti akan mengisi jabatan yang ditinggalkan hingga 2021 mendatang. Pasalnya, masa jabatan Kades Nglinggis itu akan berakhir pada 18 April mendatang atau kurang dari satu tahun.

“Ada kepala desa (definitif,red) berhenti karena sesuatu misal meninggal atau apa, dan jabatan yang ditinggalkan masih lebih dari satu tahun itu diisi Pj, kemudian Pj mempersiapkan Pilkades antar waktu. Kemudian Pj yang (mengganti Kades definitif dengan sisa jabatan,red) kurang dari satu tahun, itu dia (Pj,red) mempersiapkan untuk Pilkades pada periode berikutnya,” jelasnya.

Sementara untuk pemilihan Pj nantinya akan dilakukan bertahap, mulai  tingkat Kecamatan hingga tingkat Kabupaten. Pemilihan Pj ini berdasarkan hasil musyawarah maupun penunjukan langsung dari kepala daerah. Prinsipnya jabatan yang ditinggalkan tersebut tidak boleh vakum atau kosong karena akan berdampak pada jalannya pemerintahan.

Untuk diketahui, mayoritas masa jabatan sebanyak 132 Kades yang mengikuti Pilkades serentak lalu habis pada 18 April. Pilkades yang diselenggarakan di 132 desa itu diikuti sebanyak 327 calon dengan jumlah pemilih tetap mencapai 477.000 pemilih. Untuk saat ini pelantikan Kades terpilih pada 19 April mendatang akan diikuti sebanyak 131 orang.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu