Satsabhara Polresta Kediri Sita Ratusan Botol Miras

Kediri, koranmemo.com – Petugas Satsabhara Unit Tipiring Polres Kediri Kota menyita 271 minuman keras (miras) illegal dari para pedagang dalam kemasan botol kaca maupun plastik. Hasil ini merupakan catatan dari petugas sejak Juni sampai tanggal 6 Agustus lalu dan jika berdasarkan kasus, setidaknya ada 37 kasus miras botolan.

Menurut Kasubbag Humas Polres Kediri Kota, AKP Kamsudi, dari 37 kasus tersebut pada Juni ada 10 kasus, Juli ada 18 kasus, dan Agustus sampai tanggal 6 ada 9 kasus. Namun, jumlah paling banyak miras yang disita petugas saat melakukan pemeriksaan pada Agustus yang mencapai 101 miras botolan, dan hampir 98 persen merupakan miras jenis arak jowo (arjo).

Miras jenis arjo ini dikemas dalam botol ukuran 600 mililiter sebanyak 72 botol dan 1.500 mililiter sebanyak 26 botol, serta miras merek kuntul dengan ukuran 920 mililiter sebanyak 3 botol. “Memang peredaran miras jenis arjo ini masih marak, padahal miras ini dapat membahayakan kesehatan tubuh bahkan beberapa kasus mengakibatkan kematian,” tuturnya, Jumat (9/8).

Untuk Juni, lanjutnya, dari 10 kasus pertugas mencatat sebanyak 77 miras botolan yang disita. Dari 77 miras botolan, 30 miras merek kuntul, 29 jenis arjo, 15 jenis bir, dan 3 botol anggur. Sedangkan Juli, petugas menyita 93 miras botolan, 5 botol anggur, 8 botol jenis bir, 12 miras merek kuntul, dan 68 miras botolan jenis arak jowo.

Kamsudi mengatakan, miras jenis arjo merupakan jenis miras terbanyak yang disita petugas, dari 271 miras botolan ada 195 botol berisi miras jenis arjo atau sekitar 72 persen dari total yang disita petugas. “Memang untuk menekan ataupun memberantas peredaran miras jenis arjo ini tidak cukup dari kepolisian saja. Tapi, harus ada kesdaran dari masyarkat, untuk tidak memproduksi atau mengedarkan miras,” ucapnya.

Kamsudi menjelaskan, dari 37 kasus miras botolan, paling banyak ditemukan kasus penjualan miras di daerah Kabupaten Kediri yang masuk wilayah hukum Polres Kediri Kota. Dengan demikian, perlu kesadaran dari masyarakat untuk membantu menekan peredaran miras di wilayah hukum Polres Kediri Kota. “Ini sesuai dengan program Zero Tolerance Miras, dengan harapan peredaran miras dapat ditekan dan kesadaran masyarakat tentang bahaya miras meningkat,” jelasnya.

Ditambahkan, petugas melakukan operasi berdasarkan Perda Kabupaten Kediri Nomor 04 Tahun 1977 huruf C Jo G Jo Pasal 25 ayat (1) huruf b jo Pasal 41 huruf e jo Pasal 50 ayat (1) Perda Nomor 6 tahun 2017 Tentang Penyelengaraan Ketertiban Umum.

Tak hanya Perda Kabupaten saja, namun juga berdasarkan Perda Kota Kediri Nomor 12 Tahun 1983 tentang Izin Penjualan Minuman Keras merujuk PERMENDAG NOMOR 6/M-DAG/PER/V /I/2015 Tentang Perubahan Kedua Atas PERMENDAG NOMOR ZOM-DAG/PERM/ZO l 4 Tentang Pengendalian dan Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date