Satpol PP Trenggalek Jaring Puluhan Pelajar Bolos

Trenggalek, koranmemo.comKenakalan remaja khususnya kalangan pelajar di Kabupaten Trenggalek perlu mendapat perhatian khusus. Upaya meminimalisir kenakalan remaja ini sekaligus untuk mempertahankan predikat Kabupaten Trenggalek sebagai penyandang Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori madya.

Berkaca dari hasil razia pelajar yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Trenggalek dinilai cukup tinggi. Hanya butuh waktu sekitar 15 hari, sebanyak 22 pelajar negeri dirazia petugas penegak peraturan daerah (perda). Sebanyak 22 pelajar yang dirazia berasal dari SMA  sederajat di Kabupaten Trenggalek.Mayoritas para pelajar itu terjaring razia petugas saat asyik nongkrong di warung kopi ketika kegiatan belajar mengajar (KBM) tengah berlangsung. “Itu akumulasi data dari tgl 16 hingga sekarang,” jelas Tugas Rulatno, Kepala Seksi (Kasi) Penyelidikan dan Penindakan Bidang Penegak Perda (Gakda) Satpol PP Kabupaten Trenggalek saat dikonfirmasi koranmemo.com, Selasa (31/7).

Sebanyak 22 pelajar negeri tingkat SMA sederajat itu dirazia petugas di dua lokasi yang berbeda. Pertama di razia di daerah warung kopi yang berada di wilayah Kelurahan Sumbergedong dan di warung kopi di Desa Karangsoko Kabupaten Trenggalek. “Pertama 14 pelajar, kemudian sebanyak 8 pelajar. Semua pelajar negeri,” imbuhnya.

Rulatno menyebut terdapat ragam alasan yang melatarbelakangi mereka membolos. Agar kejadian serupa tidak terulang, pelajar yang terjaring razia saat membolos itu selanjutnya diberikan tindakan edukatif. “Setelah membuat surat pernyataan, mereka kami berikan pengarahan. Tentunya juga mendatangkan guru sekolahnya untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut,” kata Rulatno.

Tindakan edukatif yang dimaksud adalah memberikan pembinaan wawasan kebangsaan. Semisal menyanyikan lagu kebangsaan pasca terjaring razia. Jika  “Jadi kami melakukan tugas sesuai dengan tupoksi kami. Selain itu tentunya juga pembinaan lainnya, agar mereka tidak mengulangi. Jika dua kali terjaring razia, selain mendatangkan guru di sekolah kami juga orang tua bersangkutan,” ujarnya.

Untuk menanggulangi kenakalan remaja serta potensi gangguan dan ketertiban masyarakat lainnya, Satpol PP Kabupaten Trenggalek terus meningkat intensitas patroli. Intensitas patroli itu diprioritaskan di beberapa lokasi yang dinilai rawan digunakan pelajar untuk membolos. “Selain menyasar pelajar yang membolos, kami juga menggelar razia di sejumlah tempat lainnya. Semisal rumah kos, hotel, dan beberapa tempat lainnya yang dinilai rawan,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetya
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date