Satpam Dilatih Tangani Ancaman Teror

Kediri, koranmemo.com –  Anggota satpam PLN Kecamatan Pesantren melakukan simulasi keamanan bersama Polsek Pesantren dan Polres Kediri Kota, Kamis (20/10). Hal ini dilakukan agar satpam lebih terampil saat menghadapi situasi gangguan keamanan seperti pencurian, demo, dan teror bom.

Imam Wahyudi, Supervisor Kantib Kantor Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali mengungkapkan simulasi ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan satpam. Hal ini dimaksudkan agar satpam lebih tanggap ketika ada gangguan ketertiban dan keamanan. “Simulasi ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan satpam saat menghadapi gangguan ketertiban,” ungkap Imam.

Dalam simulasi yang dilakukan di halaman Kantor PLN Kecamatan Pesantren dilakukan tiga simulasi sekaligus. Simulasi pertama adalah penanganan aksi pencurian kabel telepon di lingkungan PLN. Kemudian simulasi kedua adalah bagaimana satpam harus menghadapi aksi unjuk rasa karyawan sebelum polisi datang. “Mereka harus menghadang para pendemo yang mencoba masuk hingga petugas kepolisian datang untuk memback up pengamanan aksi demo tersebut,” terang Imam.

Selain bagaimana menghadapi maling dan menghalang para demonstran, para satpam ini juga dilatih menghadapi teror bom. Sebagai salah satu lingkungan yang paling vital, PLN bisa menjadi salah satu sasaran aksi teror bom.

Dalam kondisi ini, satpam diminta untuk mengevakusai seluruh karyawan terlebih dahulu. Kemudian mereka melakukan pengecekan dan menyeterilkan lokasi yang diduga terdapat bom dan memasang garis polisi hingga tim penjinak bom dari Brimob datang untuk menjinakkan bom tersebut.(ram)

 

Follow Untuk Berita Up to Date