Santri di Madiun Meninggal Tersengat Listrik

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Seorang Santri Pondok Pesantren Al-Hudaa, Dusun Setemon Desa/Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun, ditemukan meninggal dunia diduga akibat tersengat listrik yang berasal dari tiang listrik di rumah orang tua asuh di Ponpes setempat, Kamis (25/4).

Nafisatul Laili (44) pemilik rumah di lingkungan Ponpes Al-Hudaa, mengatakan korban bernama Muhammad Semen (21) seorang santri SMK tingkat akhir asal Tuban.

Keseharian, santri tersebut beraktivitas di lingkungan pondok tapi jika malam tidur di rumah Nafisa. Semula anak tersebut ingin pergi bantu-bantu di rumah pak kyai, tapi pamit untuk membersihkan rumput dulu di belakang. “Saya masuk ke rumah melihat ke belakang anak tersebut sudah tergeletak di bawah,” kata Nafisatul.

Dikatakan Nafisa, M.Semen tergeletak dengan posisi miring,  dirinya yang tidak berani menolong sendiri memanggil putranya Afif Zamroni (24). Afif yang tidak kuat jika harus mengangkatnya sendiri memanggil bantuan. Datang Koiri (45) dan adik kandung korban Widji yang sama-sama menjadi santri di Ponpes Al-Hudaa.

Sampai di TKP Koiri mengecek keadaan tiang seling yang ada di dekat korban dan ketika disentuh sedikit Koiri terkejut karena merasakan aliran listrik yang begitu kuat.

“Tiang listrik baru dibenahi kemarin, Rabu (24/4) yang semula tiang beton utama yang disangga dengan tiang miring yang sama ukurannya. Penyangga dicabut dan diubah menjadi seling oleh PJU,” jelasnya.

Kapolsek Kebonsari AKP Sumarji mengatakan kejadian yang menimpa santri telah dilaporkan oleh Kyai Abdul Hakim dari pondok Al-Huda.Untuk mengetahui lebih lanjut penyebab pasti meninggalnya korban,  pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih dalam.

Sementara barang bukti yang diamankan berupa lampu, tiang, kabel dan sklar. “Apakah tersengat listrik atau tidak semua ini masih penyelidikan apabila nanti sudah kami temukan, akan kami sampaikan lebih lanjut,” katanya.

Korban mengalami luka bakar di lengan kanan sepanjang lima sentimeter, dada delapan sentimeter, pipi kanan satu sentimeter, dagu kanan dua sentimeter dan dagu depan lima sentimeter.

Manajer PLN Dolopo, Bambang Wahyu Widodo, saat melakukan pengecekkan Tempat Kejadian Perkara (TKP) menemukan pengambilan penerangan jalan umum secara ilegal atau tidak standart tanpa pengukuran.
Menurutnya secara konstruksi sudah sesuai standar konstruksi yang ada di PLN. Disitu ada porselen penahan memang bukan konduktor tapi berfungsi isolator, kalau ada lecet pada kabel besar yang ada di atas yang dibawah aman.

Reporter Juremi

Editor Achmad Saichu