Santap Ikan Makarel 1,6 Ton Bersama 7.445 Santri

 

Sementara itu, halaman parkir Kawasan Makam Gus Dur di sebelah Museum Islam Nusantara Hasyim Asy’ari (MINHA), berubah jadi lautan manusia. Ribuan santri putra dan putri duduk lesehan berjajar rapi di lahan parkir. Mereka hadir untuk mengikuti acara makan ikan bersama Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti.

Tak tanggung-tanggung, acara dalam rangka mengampanyekan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) itu diikuti total 7.445 santri Jombang dengan bahan 1,6 ton ikan makarel, bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Tak ayal, aksi ini masuk dalam catatan Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan kategori sajian ikan makarel terbanyak.

Sementara, Menteri Susi dengan dibalut busana dominasi warna hijau dengan kerudung di kepala, membuka acara dengan ditandai membunyikan terompet bersama KH Salahuddin Wahid, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng. Ia pun langsung berbaur dengan santri putri.

Tanpa rasa canggung, Menteri kelahiran Pangandaran Jawa Barat itu makan ikan makarel dengan nasi putih yang disajikan di atas selembar kertas minyak. “Selamat makan. Makan ikan sehat dan cerdas, semoga adik-adik menjadi anak yang berguna  untuk bangsa, negara, dan agama. Ibu minta kalian jangan hanya makan daging dan ayam,”pesan Susi kepada para santri.

Usai santap ikan bersama, Menteri Susi juga memberikan motivasi kepada para santri. Ia berpesan agar santri banyak membaca buku-buku pengetahuan. “Ibu jangan dicontoh kalau hanya sampai kelas dua SMA. Tapi contohlah ibu yang gemar membaca. Seperti buku filsafat, agama, ilmu pengetahuan, dan sebagainya,” tandas Susi.

Sebelum menuju kursi tamu yang disediakan panitia, Menteri Susi juga mengajak santri membaca yel-yel penyemangat. “Ayo makan ikan sehat cerdas, makan ikan pintar jadi menteri,” ajak Susi yang disambut tepuk tangan ribuan santri. (ag)

 

Follow Untuk Berita Up to Date