Saluran Air Dialihkan, Ratusan Warga Geruduk Kantor Desa

Madiun, koranmemo.com – Gara -gara saluran air warga dialihkan, ratusan warga Desa Blimbing, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun mendatangi Kantor Desa setempat, Senin (28/9).

Koordinator aksi, Sumari menuntut pertanggungjawaban dari Pemerintah Desa Blimbing lantaran telah menjalankan proyek pengairan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

Menurutnya, proses pembangunan tandon air telah menjalani pengerukan tanah, namun warga mengaku tidak ada koordinasi dari pemerintah desa.
Sementara, tandon tersebut bakal diisi air dari saluran sumber air warga yang telah digunakan warga selama puluhan tahun.

Bahkan, penggunaan nantinya bakal dimeterisasi oleh pemerintah desa seperti halnya air bersih dari PDAM.

“Warga menuntut karena tidak ada koordinasi, kedua air itu milik rakyat sejak tahun 1982, pengelolaan, pembenahan kerusakan mandiri oleh rakyat tahu tahu bakal dialihkan,” ungkapnya.

Baca Juga: Pemkab Madiun & Pertamina Akan Tertibkan Pengusaha Gunakan Elpiji Subsidi

Dia mengatakan, warga tidak pernah menolak program pemerintah desa selama itu ada koordinasi dan tidak mengubah sumber air warga. Warga menuntut agar Pemerintah Desa Blimbing membuat berita acara terkait penolakan warga terhadap pengalihan saluran sumber air tersebut.

“Tahu-tahu ada galian rakyat berontak. Apapun program kita terima, tapi keberatannya karena itu sumber milik rakyat langsung dipotong begitu saja. Seharusnya kalau menyalurkan air ambil PAM sendiri atau sumber sendiri,” bebernya.

Baca Juga: Subroto, Perajin Wayang Kulit

Kepala Desa Blimbing, Slamet, saat dikonfirmasi mengatakan, proyek yang sudah berjalan tersebut akan berlanjut atau tidak masih akan dirumuskan dengan pihak terkait, yakni DPUPR.

Pihaknya tidak ingin, 30-40 tahun ke depan warga kekurangan air bersih sehingga ia menjalankan proyek pengairan tersebut.

“Rembug warga dengan adanya program PUPR warga menolak meterisasi. Proyek yang sudah berjalan berlanjut atau tidak masih dirumuskan dengan pihak terkait,” ujarnya.

Reporter: Juremi
Editor: Della Cahaya