Saat Panen Raya, Harga Bawang Merah Hancur 

Nganjuk, koranmemo.com-Para petani bawang merah di Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk mulai melakukan panen raya beberapa hari terakhir ini. Sayangnya, di musim panen kali ini petani malah menderita kerugian lantaran harga bawang merah yang  hancur karena terlalu murah.

Informasi yang dihimpun Koranmemo.com, murahnya harga bawang merah tersebut disebabkan stok yang sangat melimpah di kalangan petani maupun pedagang. Hancurnya harga terjadi pada semua jenis bawang merah, baik super maupun biasa.

“Kerugian petani semakin diperparah dengan harga bibit, obat-obatan, dan perawatan yang mahal selama musim tanam,” keluh Suparman, petani bawang merah setempat.

Mayoritas petani bawang merah di daerah tersebut mengeluhkan kerugian akibat harga yang terlalu murah meskipun sebenarnya kualitas barang baik. “Meskipun barang bagus tapi harganya tetap hancur. Mungkin karena stok yang melimpah, sementara konsumen tetap tidak mengalami peningkatan,” imbuh Suparman.

Kerugian yang diderita para petani semakin parah karena modalnya tidak kembali meskipun hasil panen terbilang lebih melimpah. Sementara itu ada juga petani yang hanya pas-pasan saat musim panen untuk mengembalikan modal awal.

Data yang dihimpun, saat ini harga bawang merah hanya berkisar antara Rp 4 ribu untuk kategori biasa. Sedangkan untuk bawang merah yang super harganya berkisar antara Rp 6 ribu hingga Rp 7 ribu per kilogram.

Reporter: Andik Sukaca

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.