Rusia Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Kasus Black Death

Share this :

Moscow, koranmemo.com – Rusia telah meningkatkan kewaspadaannya terhadap kemungkinan adanya wabah dari kasus bubonic plague atau black death. Hal itu dilakukan dengan melarang adanya perburuan dan mengkonsumsi marmot, hewan yang bisa membawa penyakit ini.

Melansir dari The Guardian, Selasa (7/7), Rusia juga telah meningkatkan patroli di dekat perbatasannya dengan China dan Mongolia. Tempat di mana memburu dan mengkonsumsi marmot adalah suatu hal yang biasa dilakukan oleh warga setempat.

Pihak berwenang di wilayah Altai, wilayah Rusia yang berbatasan langsung dengan Kazakhstan, China, dan Mongolia mengatakan, pihaknya terus melakukan patroli di daerah tersebut. Selain untuk menerapkan aturan yang telah ditetapkan, mereka juga bertugas untuk memberitahu warga setempat mengenai bahaya yang tersimpan pada hewan tersebut.

Bubonic plague atau yang lebih dikenal black death adalah wabah pertama yang melanda Eropa pada abad pertengahan, sekitar tahun 1347 – 1351. Penyakit ini sangat menular dan bisa menyebabkan kematian bagi sebagian besar pasiennya.

Menurut para ahli, penyakit ini disebabkan oleh bakteri yersenia pestis dan banyak disebarkan oleh tikus. Saat ini, penyakit ini sendiri sudah bisa disembuhkan dengan bantuan antibiotik yang telah diproduksi secara umum. Meski begitu, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) telah mengklasifikasikan bakteri ini dalam Patogen Kategori A yang bisa digunakan sebagai senjata biologi.

Larangan yang diterapkan oleh Pemerintah Rusia sendiri berasal dari laporan yang dikeluarkan oleh China mengenai kemungkinan wabah black death yang dibawa oleh marmot. Menyusul kasus yang ditemukan pada warga yang sedang dirawat di rumah sakit yang ada di Kota Bayan Nur, China.

Di Mongolia, kasus serupa juga telah ditemukan, tepatnya di Provinsi Khovd pada pekan lalu. Sebanyak dua orang dilaporkan menderita penyakit tersebut setelah memakan daging marmot.

Terkait hal itu, Pemerintah China juga telah melarang adanya perburuan marmot atau jenis tikus besar lainnya. Selain itu pemerintah juga meminta masyarakat untuk tidak mengkonsumsi binatang-binatang tersebut dan melaporkan setiap kasus yang dicurigai berhubungan dengan penyakit ini. Masyarakat juga diharapkan untuk turut memberikan informasi mengenai marmot yang sakit atau mati secara mencurigakan.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika

Editor: Della Cahaya